Takut rugi, BRI enggan buka remitansi di Malaysia

Jum'at, 27 April 2012 - 12:14 WIB
Takut rugi, BRI enggan...
Takut rugi, BRI enggan buka remitansi di Malaysia
A A A
Sindonews.com - PT Bank BRI Tbk (BBRI), memilih untuk menggandeng perusahaan lokal Malaysia dibandingkan dengan membuka remitansi di negeri Jiran. Hal tersebut, bertujuan untuk mengurangi over head cost yang berakibat merugikan bank nantinya.

"Kebetulan di Malaysia kita tidak membuka remitansi, dan untuk mengurangi over haed cost kita sudah menempatkan tenaga kerja kita disana, kita juga bekerjasama dengan company lokal, jadi over head cost kita kecil," ujar Direktur Keuangan Bank Rakyat Indonesia Achmad Baequni di Gedung BRI, Sudirman, Jakarta, Jumat (27/4/2012)

Walaupun demikian, transaksi remitansi dari keseluruhan mengalami peningkatan 40 hingga 50 persen, peningkatan ini bersumber dari pengiriman uang Tenaga Kerja Indonesia (TKI)

"Untuk transaksi remintansi meningkat antara 40 hingga 50 persen, bersumber dari TKI , kita juga sudah bukan remintansi sejak 2 tahun yang lalu,"jelasnya.

Terkait dengan remitansi, sebelumnya PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memutuskan untuk menutup bisnis remitansi di Malaysia, karena dianggap tidak menguntungkan. Bahkan, bisnis mereka di Negeri Jiran itu telah membuat BCA mengalami kerugian hingga Rp27 miliar.

BCA sebetulnya telah memiliki empat kantor remitansi di Malaysia. Namun, target pengguna jasa remitansi yang tersebar telah membuat BCA kesulitan untuk menyerap volume pengiriman uang dari warga Indonesia di Malaysia.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
9 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
32 menit yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
39 menit yang lalu
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
1 jam yang lalu
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
1 jam yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved