8 ribu kg target awal tambang emas Luwu

Sabtu, 28 April 2012 - 20:18 WIB
8 ribu kg target awal...
8 ribu kg target awal tambang emas Luwu
A A A
Sindonews.com - Kabupaten Luwu akan menjadi daerah tambang emas terbesar di Sulsel, bila pertengahan tahun 2013 mendatang, PT Masmindo Dwi Area telah menambang kandungan emas di Kecamatan Latimojong. Potensi emas di dataran tinggi selatan Luwu itu, bisa ditambang 8.000 Kg per tahun selama 30 tahun.

"Sesuai rencana, PT Masmindo mulai menambang emas Luwu di Latimojong, pertengahan tahun 2013. Jika tambang emas beroperasi, ribuan tenaga kerja lokal akan diberdayakan PT Masmindo," kata Kepala Dinas Pertambangan Luwu, Amang Usman di Belopa, Sabtu (28/4/2012).

Menurut dia, PT Masmindo saat ini tengah mengajukan permohonan perpanjangan ijin usaha produksi dan perpanjangan ijin study kelayakan. Juga tengah mengupayakan pembebasan lahan seluas 800 hektar, 300 hektar di antaranya milik masyarakat Latimojong. "Lahan yang akan dibebaskan ini masuk dalam areal pertambangan," katanya.

Sementara menunggu perpanjangan ijin usaha produksi dan ijin study kelayakan, PT Masmindo menghitung estimasi anggaran terkait rencana pembangunan infrastruktur pabrik yang akan dibangun di Latimojong, infrastruktur jalan, jembatan, yang akan dilintasi kendaraan operasional perusahaan tambang.

"Pemkab Luwu sangat mendukung percepatan pengelolaan tambang emas Latimojong, apalagi PT Masmindo telah berkomitmen untuk mulai menambang emas yang dikandung Latimojong," kata Amang.

Dari pembukaan tambang emas ini, lanjut mantan Kadis Pertambangan dan SDA Palopo ini, persoalan tenaga kerja di Luwu bisa teratasi, karena pertambangan emas ini akan menerima banyak tenaga kerja lokal. "Kalau produksi tambang 8.000-an Kg per tahun, maka ribuan tenaga kerja akan diterima. Ini berdampak pada pengurangan tenaga kerja di Luwu yang berdampak meningkatnya kesejahteraan masyarakat," katanya.

Direktur Utama PT Masmindo Dwi Area, Stephen Wallers mengakui, saat ini pihaknya memasuki tahap feasibility study yang mengacu pada pembuatan dokumen Amdal sebelum memasuki tahap produksi. Bahkan, sekitar Oktober tahun ini, PT Masmindo yang telah melakukan eksplorasi potensi emas Latimojong sejak tahun 1998 lalu, akan memulai tahap rekonstruksi pertambangan di Latimojong.

"Tahapan rekonstruksi sekitar Oktober membutuhkan dana sekitar Rp2 triliun untuk pembangunan berbagai fasilitas publik dan infrastruktut pertambangan," katanya.

Sedangkan Perwakilan PT Masmindo Dwi Area, Boyke menyebutkan, untuk tahap pertama memasuki tahap produksi, pertengahan 2013, sekitar 600 tenaga kerja dibutuhkan untuk pembukaan tambang emas ini. "Kami akan memprioritaskan tenaga kerja lokal," katanya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved