Konsumsi rendah, RI incaran produsen susu dunia
Selasa, 01 Mei 2012 - 10:37 WIB
Konsumsi rendah, RI incaran produsen susu dunia
A
A
A
Sindonews.com - Konsumsi susu di Indonesia masih tetap yang terendah dengan hanya sekitar 12 liter per kapita per tahun. Ini membuat Indonesia semakin diincar perusahaan produsen susu dunia.
“Konsumsi susu Indonesia itu kalah dengan negara lain seperti Vietnam dan Malaysia yang sudah 20-an hingga 30-an liter per kapita per tahun.Konsumsi yang rendah disebabkan banyak faktor,” kata Marketing Manager PT Frisian Flag Indonesia (FFI) Davy Djohan, di Medan, kemarin.
Selain sebagai dampak perekonomian, konsumsi susu yang rendah disebabkan ketidaktahuan atau salah persepsi tentang manfaat susu itu bagi tubuh. Susu misalnya dinilai hanya diperlukan anak bayi di bawah lima tahun (balita). Padahal manfaat susu juga diperlukan hingga dewasa guna menjaga kesehatan.
“Karena masih rendah, pasar Indonesia dewasa ini menjadi incaran produsen susu dunia di luar China dan Rusia,” katanya. FFI sendiri berupaya mendapatkan pasar susu di Indonesia dan cukup berhasil dengan market share perusahaan itu yang terus naik setiap tahun atau saat in sudah sekitar 15 persen. Tahun lalu misalnya, kalau pertumbuhan pemasaran susu di dalam negeri naik sekitar 5 persen, FFI bisa mencapai 6-7 persen dan tahun ini diharapkan naik lagi.
“Sumut menjadi salah satu daerah yang dinilai potensial untuk susu dimana dewasa ini pasar terbesar masih di Jakarta,” tuturnya.
Sementara Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Sumut, Guslihan mengatakan, sebenarnya air susu ibu (ASI) menjadi susu terbaik yang harus dikonsumsi anak-anak. Tetapi sejalan dengan perkembangan zaman dimana para ibu bekerja, pemberian ASI tidak maksimal sehingga diperlukan tambahan susu lainnya.
“Susu merupakan salah satu sumber nutrisi terbaik yang penting bagi kesehatan tubuh manusia yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral seperti kalsium,” paparnya.
Sedangkan pakar gizi medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Saptawati Bardasono mengatakan, anak-anak yang asupan nutrisinya kurang bisa membahayakan kesehatan. Jika otak misalnya kekurangan nutrisi, akhirnya harus diserap dari tubuh dan mengakibatkan anak-anak menjadi kurus.
Selain menjadi kurus,juga membahayakan kesehatan karena saat tubuh memecah glukosa untuk nutrisi otak, sisa metabolisme di dalam tubuh menjadi racun. “Jadi memang anak-anak hingga dewasa harus minum susu setiap hari,” tuturnya. (ank)
“Konsumsi susu Indonesia itu kalah dengan negara lain seperti Vietnam dan Malaysia yang sudah 20-an hingga 30-an liter per kapita per tahun.Konsumsi yang rendah disebabkan banyak faktor,” kata Marketing Manager PT Frisian Flag Indonesia (FFI) Davy Djohan, di Medan, kemarin.
Selain sebagai dampak perekonomian, konsumsi susu yang rendah disebabkan ketidaktahuan atau salah persepsi tentang manfaat susu itu bagi tubuh. Susu misalnya dinilai hanya diperlukan anak bayi di bawah lima tahun (balita). Padahal manfaat susu juga diperlukan hingga dewasa guna menjaga kesehatan.
“Karena masih rendah, pasar Indonesia dewasa ini menjadi incaran produsen susu dunia di luar China dan Rusia,” katanya. FFI sendiri berupaya mendapatkan pasar susu di Indonesia dan cukup berhasil dengan market share perusahaan itu yang terus naik setiap tahun atau saat in sudah sekitar 15 persen. Tahun lalu misalnya, kalau pertumbuhan pemasaran susu di dalam negeri naik sekitar 5 persen, FFI bisa mencapai 6-7 persen dan tahun ini diharapkan naik lagi.
“Sumut menjadi salah satu daerah yang dinilai potensial untuk susu dimana dewasa ini pasar terbesar masih di Jakarta,” tuturnya.
Sementara Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Sumut, Guslihan mengatakan, sebenarnya air susu ibu (ASI) menjadi susu terbaik yang harus dikonsumsi anak-anak. Tetapi sejalan dengan perkembangan zaman dimana para ibu bekerja, pemberian ASI tidak maksimal sehingga diperlukan tambahan susu lainnya.
“Susu merupakan salah satu sumber nutrisi terbaik yang penting bagi kesehatan tubuh manusia yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral seperti kalsium,” paparnya.
Sedangkan pakar gizi medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Saptawati Bardasono mengatakan, anak-anak yang asupan nutrisinya kurang bisa membahayakan kesehatan. Jika otak misalnya kekurangan nutrisi, akhirnya harus diserap dari tubuh dan mengakibatkan anak-anak menjadi kurus.
Selain menjadi kurus,juga membahayakan kesehatan karena saat tubuh memecah glukosa untuk nutrisi otak, sisa metabolisme di dalam tubuh menjadi racun. “Jadi memang anak-anak hingga dewasa harus minum susu setiap hari,” tuturnya. (ank)
()