Neraca perdagangan masih surplus USD840 juta

Selasa, 01 Mei 2012 - 13:22 WIB
Neraca perdagangan masih...
Neraca perdagangan masih surplus USD840 juta
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pencapaian ekspor impor Indonesia pada bulan Maret 2012 masih dalam tren positif. Kinerja ekspor di bulan maret tercatat mengalami peningkatan sebesar 10,01 persen dibandingkan posisi bulan Februari atau sebesar USD17,27 miliar.

Sementara itu, pencapaian impor juga mengalami kenaikan hingga 10,49 persen atau mencapai USD16,43 miliar dibandingkan Februari.

Maka dari itu, berdasarkan data ekspor dan impor tersebut maka neraca perdagangan Maret 2012 masih surplus sebesar USD840 juta. "Neraca perdagangan maret 2012 masih surplus dimana, impor USD 16,43 miliar dan ekspor USD17,27 juta dan sehingga surplus neraca perdagangan kita USD840 juta," ujar Kepala BPS Suryamin saat konferensi pers di Kantornya, Pasar Baru, Jakarta, Selasa (1/5/2012).

Suryamin menyatakan, kenaikan impor ini terjadi di kedua sektor migas maupun sektor nonmigas. "Impor migas naik 12,48 persen dari Februari 2012 ke maret 2012. Sedangkan nonmigas juga naik 9,88 persen dari Februari 2012 ke Maret ini," tuturnya.

Sedangkan untuk kumulatif impor dari Januari sampai Maret 2012 tercatat sebesar USD45,85 miliar yang naik sebesar 18,18 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pangsa impor nonmigas yang tertinggi adalah dari China yang mencapai USD6,64 miliar, dan yang kedua Jepang USD5,63 miliar serta yang ketiga Amerika Serikat (AS) sebesar USD2,77 miliar. Dengan pangsa pasar ketiga negara tersebut mencapai 42,47 persen.

Sementara itu, total ekspor Januari hingga Maret mencapai USD48,53 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,93 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Januari-Maret 2011). Dijelaskannya, peningkatan ekspor tidak terlepas dari kenaikan di komoditi migas maupun nonmigas. Namun, kontribusi dan peningkatan ekspor nonmigas masih mendominasi.

"Ekspor migas naik 4,37 persen sedangkan ekspor nonmigas 11,55 persen," papar dia.

Adapun untuk ekspor nonmigas pada Januari-Maret mencapai USD38,53 miliar atau naik 3,87 persen (year on year). Kontribusi terbesar dari bahan bakar mineral yang mencapai USD 6,88 miliar.

Sementara untuk pangsa pasar ekspor nonmigas, terbesar masih mengarah ke China dengan nilai mencapai USD4,99 miliar. Pangsa pasar terbesar kedua adalah Jepang dengan nilai ekspor mencapai USD 4,52 miliar, disusul Amerika Serikat (AS) sebesar USD3,68 miliar.

Di tiga negara ASEAN tersebut, sharenya sebesar 34,24 persen. Sementara ekspor nonmigas ke negara-negara kawasan ASEAN mencapai USD7,91 miliar. Kontribusinya hanya 20,52 persen.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
15 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
44 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved