AS lirik investasi di sektor infrastruktur

Selasa, 01 Mei 2012 - 16:32 WIB
AS lirik investasi di...
AS lirik investasi di sektor infrastruktur
A A A
Sindonews.com - Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS) mengaku tertarik untuk berinvestasi di Indonesia terutama sektor infrastruktur.

Hal itu dinyatakan Duta Besar AS Scot Marciel dan 90 delegasi pengusaha AS ketika berkunjung ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Selasa (1/5/2012).

Dirjen Kerja Sama Industri Internasional Kemenperin Agus Tjahjana mengatakan, AS menilai kondisi perekonomian Indonesia cukup baik sehingga ingin memperbesar investasinya.

"Mereka (AS) sudah sangat pasti untuk ke infrastruktur. Mereka sudah bersedia untuk melakukan kerjasama dengan Kemenperin membangun pendukung-pendukung infrastruktur. Misalnya, mereka membangun Caterpillar di Batam, itu kan sudah jelas membangun di sana. Yang lain-lain itu yang akan kita bicarakan satu demi satu. Duta Besar tadi bawa banyak sekali perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam infrastruktur,” kata Agus.

Seperti diketahui, selain Caterpillar, P&G dan PT Cargill Indonesia (Cargill) juga berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia. Agus menyebutkan, investor AS lain yang baru menyatakan tertarik untuk berinvestasi di Indonesia adalah produsen pesawat, Lockheed Martin.

Dia menambahkan, AS akan mengirimkan delegasinya pada 26 Juli mendatang untuk menindaklanjuti pertemuan tersebut.

"AS sangat berminat dan mereka berjanji akan mengirim delegasi untuk bidang infrastruktur nanti pada 26 Juli. Saya kira itu yang sangat menarik. Kita bicara mengenai masalah-masalah itu," jelasnya.

Menurutnya, Kemenperin tengah mendorong investasi dari AS untuk masuk ke Indonesia. Untuk infrastruktur, kata dia, investasi AS akan didorong untuk masuk ke luar Jawa.

"Nanti kalau makin banyak yang datang akan semakin besar. Kita memang sedang mendorong perusahaan AS untuk masuk ke daerah di luar Jawa karena mereka senangnya di infrastruktur. Jadi, kenapa tidak langsung ke sana," tukasnya.

AS, kata dia, menanyakan soal insentif yang bisa diberikan oleh pemerintah Indonesia apabila jadi berinvestasi di luar Jawa.

"Tentu mereka ingin tahu insentifnya apa, kita sampaikan ada tax holiday dan lain sebagainya. Semua kan tidak bisa langsung. Ini duit loh. Duit kan tidak sembarangan. Tentu dari risikonya, kesepatannya dan lain sebagainya," jelasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
48 menit yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
2 jam yang lalu
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
3 jam yang lalu
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
3 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved