Pembatasan listrik pada kementerian tidak tepat

Senin, 07 Mei 2012 - 20:05 WIB
Pembatasan listrik pada...
Pembatasan listrik pada kementerian tidak tepat
A A A
Sindonews.com - Pemerintah sepertinya belum cukup kompak dalam niat menjalani rencana pengendalian BBM bersubsidi dan penghematan listrik. Salah satunya terlihat dari Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto yang menyatakan langkah penghematan listrik pada kantor pemerintahan sangat tidak tepat. Pasalnya di jam tersebut masih banyak yang masih melakukan pekerjaannya.

"Penghematan ini harus kita sikapi dengan bijak, kalau langkah penghematan listrik membuat pegawai harus pulang jam 6 sore sementara pekerjaan belum selesai, ya janganlah," ujar Joko ketika ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (7/5/2012).

Joko, menuturkan aturan tersebut akan tetap dilaksanakan meski itu sangat bertentangan. Tetapi, dirinya memastikan di dalam jajaran kementerian PU ada yang belum terselesaikan pekerjaannya hingga pukul 18.00, maka akan diberikan ruangan khusus untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

"Kalau Menteri ESDM minta seperti itu, akan kita usahakan, tetapi jika nantinya pegawai harus terpaksa tidak bisa pulang karena harus menyelesaikan pekerjaannya, maka nanti kita kasih lampu-lah tetapi diruangan terbatas," jelasnya.

Akan tetapi pada intinya jangan sampai menurut Joko penghematan tersebut hanya membuat pekerjaan masing-masing karyawan terabaikan. "Intinya kita mau hemat tetapi jangan sampai membuat pekerjaan tidak selesai," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, penghematan yang akan dilaksanakan pemerintah tidak akan membatasi kinerja para pegawai. Namun, penggunaan listrik dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

"Ya kalau pekerjaan sudah selesai ya matikan lampunya, gak perlu menunggu jam 6 tapi kalau perlu lembur sampai jam 9 diperlukan ya biarkan menyala. Ini kan soal menghemat, yang penting pemakaian lampu sesuai dengan keperluannya. Bukan berarti penghematan, kemudian kita tidak usah bekerja, tidak begitu. Yang betul-betul bekerja, memerlukan lembur silakan, akan tetapi bagi yang sudah selesai matikan dan udara juga tidak perlu terlalu dingin 25 derajat saja," paparnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved