DPR ngotot pemerintah harus izin

Selasa, 08 Mei 2012 - 16:36 WIB
DPR ngotot pemerintah...
DPR ngotot pemerintah harus izin
A A A
Sindonews.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI masih tetap ngotot untuk pemerintah melakukan persetujuan terkait dengan pembelian saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) sebesar 7 persen. Kritik bahwa DPR dianggap dalam koridor swasta dibantah keras.

"Profesor Erman Rajagukguk, saksi Ahli Pemerintah, pernah meyampaikan kritik terhadap persetujuan DPR sebagai sebuah langkah keberpihakan kepada swasta tertentu. Dengan ini kami menyatakan secara tegas, atas nama rakyat Indonesia, bahwa dalam hal ini DPR justru berpihak kepada kepentingan nasional, kepentingan bangsa Indonesia," ujar anggota DPR RI Nusron Wahid dalam Closing Statement Sidang Penyelesaian Sengketa Kewenangan Lembaga Negara di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (8/5/2012).

Dia menegaskan ada dua alasan tegas, kenapa DPR berani mengatakan hal tersebut dan kemudian memperjuangkan agar pemerintah harus mengikuti prosedur perizinan DPR, karena menurut Nusron, pertama berdasarkan laporan keuangan PT NMC (Newmont Mining Corporation) tahun 2010, menyatakan terdapat resiko kehilangan kendali dalam laporan keuangan konsolidasi.

"Masalah ini baru akan diatasi setelah proses divestasi terakhir (7 persen saham PT NNT kepada Kelompok Peserta Nasional) tidak akan merubah konsolidasi laporan keuangan PT NNT tetap kepada PT NMC," jelasnya.

Selanjutnya, yang kedua adalah pengambilalihan 7 persen yang dilakukan pemerintah, diutarakan Nusron bahwa tidak mendorong terjadinya persatuan kepentingan nasional karena berdasarkan International Accounting Standard (IAS), pengendalian konsolidasi laporan keuangan NNT tetap berada di pihak asing (PT NMC).

"Jadi pertanyaan yang sama sekarang kami tanyakan kepada Pemerintah, dengan mengambil saham PT NNT sebesar 7 persen dan memecah konsolidasi kepentingan nasional sehingga PT NMC tetap menjadi pengendali di PT NNT, maka kepada siapakah Pemerintah Indonesia berpihak saat ini ?" pungkas Anggota Fraksi Golkar tersebut. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
10 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
58 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
1 jam yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved