Pengusaha dan dokter harapkan hak paten jamu

Sabtu, 12 Mei 2012 - 20:00 WIB
Pengusaha dan dokter...
Pengusaha dan dokter harapkan hak paten jamu
A A A


Sindonews.com - Jamu sebagai salah satu obat alternatif, kini tidak lagi dipandang sebelah mata. Untuk itu, beberapa produsen dan dokter ahli akan berusaha mematenkan beberapa tanaman herbal agar tidak diakui oleh negara lain.

Salah seorang pengusaha jamu kenamaan di Indonesia, Irwan Hidayat, mengatakan, hingga kini masih belum banyak tanaman herbal atau jamu yang telah dipatenkan. “Belum banyak yang dipatenkan. Dalam hal ini kami butuh dukungan dari masyarakat dan akademisi untuk sama-sama berperan,” jelasnya.

Hal tersebut dijelaskan Irwan saat acara Simposium Nasional Herbal Medik “Pemanfaatan Herbal Medik Sebagai Paradigma Baru Dalam Pelayanan Kesehatan” di Universitas Maranatha, Sabtu (12/5/2012).

Menurutnya, jika hak paten telah dimiliki maka dengan perkembangan jaman, dapat dipastikan negara lain akan membidik Indonesia untuk membeli produk herbal. “Saat ini dokter yang menggunakan obat hebal masih sekitar 2%,” katanya.

Sementara itu, Sekjen Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) Aldrin Neilwan Pancaputra mengatakan, untuk hak paten obat herbal harus didukung oleh dokter-dokter indonesia. Dengan demkikian, diharapkan para dokter bisa memberikan penjelasan ilmiah mengenai manfaat penggunaan obat herbal seperti jamu.

“Salah satunya dokter-dokter itu diberi dulu pengetahuan mengenai tanaman yang akan digunakan dala penelitian pelayanan,” tuturnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
27 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved