Kedelai naik, perajin kolaps

Jum'at, 18 Mei 2012 - 11:07 WIB
Kedelai naik, perajin...
Kedelai naik, perajin kolaps
A A A
Sindonews.com – Harga kedelai yang melonjak mengakibatkan perajin tahu dan tempe lesu. Di Slawi, ada puluhan perajin tahu yang terpaksa menutup usahanya lantaran harga bahan baku yang melambung tinggi.

Menurut Ketua Paguyuban Perajin Tahu, Berkah Lestari di Desa Pesalakan, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Samiun, kenaikan harga kedelai yang selama ini menjadi bahan utama pembuatan tahu dan tempe membuat perajin menjerit. Sejumlah perajin bahkan ada yang sampai menutup usahanya. Tercatat,dalam paguyubannya ada sekitar 300 perajin.

”20 perajin di antaranya harus tutup usahanya,” kata Samiun dihubungi di Tegal,kemarin.

Dia menuturkan, bagi perajin yang tidak kolaps,tetap saja usaha berjalan tak lancar.Kenaikan harga bahan baku sangat berdampak buruk pada perajin maupun pengusaha. Kenaikan harga bahan baku terjadi sejak April 2012 lalu. Bertepatan dengan merebaknya isu akan adanya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Praktis, harga kedelai yang semula Rp5.300 per kilogram (kg), sekarang menjadi Rp6.900 sampai Rp7.000 per kg.

Harga tersebut dianggap sangat mencekik, karena naiknya antara 1.600 hingga Rp2.700. ”Kalau masih tinggi seperti sekarang, ya kami kewalahan,” ujarnya. Disinggung soal usaha tahunya, menurutnya, sampai sekarang usaha kerajinan tahunya masih terus berjalan meski dirinya tak bisa meraup untung. Bahkan dirinya mengaku harus tombok. ”Saya tombok terus setiap hari hingga Rp150 ribu,” tandasnya.

Hal serupa disampaikan oleh Tuti, 29, perajin tempe asal Kelurahan Debong Tengah, Tegal Selatan, Tegal. Menurutnya harga bahan baku untuk tempe juga naik seperti tahu. Semula mencapai Rp5.700 per kg,sekarang menjadi Rp6.750 per kg. ”Kenaikannya sejak April lalu,”tandas Tuti. Kenaikan harga bahan baku tidak diikuti dengan harga jual tempe yakni tetap Rp6.750 per kg.

Untuk mengatasi itu, maka Tuti terpaksa memberi campuran ampas tahu. Dalam sekali proses pengolahan tempe,dirinya menghabiskan sekitar 35 kg kedelai yang dicampur dengan 15 kg ampas tahu. Tuti menuturkan, dari jumlah olahan tersebut, dirinya mampu memproduksi sekitar 75 kg tempe.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
44 menit yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
1 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
1 jam yang lalu
Infografis
Usia Pensiun Pekerja...
Usia Pensiun Pekerja di Indonesia Naik Jadi 59 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved