Kerang laminasi Magelang tembus pasar ekspor

Jum'at, 18 Mei 2012 - 12:31 WIB
Kerang laminasi Magelang...
Kerang laminasi Magelang tembus pasar ekspor
A A A
Sindonews.com – Kerajinan kerang laminasi merupakan kreativitas unik warga Trunan, Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang. Kerajinan ini merupakan satu-satunya yang ada di Jawa Tengah.

Namun,produksi kerajinan ini sudah mampu menembus pasar ekspor hingga ke Amerika Serikat dan Eropa. Kerajinan kerang laminasi ini unik karena sebenarnya Kota Magelang bukanlah daerah pesisir pantai. Tetapi bahan baku yang digunakan untuk kerajinan ini adalah kerang, salah satu jenis hewan yang ada di laut. Cangkang kerang berjenis srimping (bercangkang tipis) diolah secara sederhana menjadi sebuah kerajinan yang menarik.

Prajoko, 48, perajinan kerang laminasi tersebut mengatakan, hasil karyanya ini telah menghiasi hotel-hotel dan gedung-gedung mewah di berbagai negara maju. Hampir 90 persen dari produksinya dikirim ke luar negeri utamanya ke Amerika, Spanyol dan negara Eropa lainnya. Tapi masih sebatas supplier dengan harga ditentukan perusahan ekspor.

”Sebenarnya pasar di dalam negeri juga cukup potensial, terutama kebutuhan hotel- hotel. Tapi belum ada arah pengembangan ke sana karena minat dalam negeri menghargai karya seni itu masih rendah, berbeda dengan luar negeri yang lebih menghargai karya seni," kata ayah lima orang anak ini, ketika ditemui kemarin.

Prajoko tidak ingin seperti kacang lupa dengan kulitnya, atau hanya mementingkan keuntungan semata. Sebagai orang yang dilahirkan di Magelang, dia tetap berusaha memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.

Pemasaran kerajinan kerang laminasi dilakukan melalui pemeran yang digelar di Jakarta, Kalimantan, dan daerah lainnya. ”Meskipun sebagai contoh sudah berulang kali mengikuti pameran di Semarang,namun tidak pernah ada produk yang laku terjual," katanya. Karena tempatnya bukan daerah pinggir pantai, bahan baku kerang laminasi harus diperoleh dari pesisir pantai utara mulai Gresik, Jawa Timur hingga Banten, Jawa Barat.

Kerang tersebut diperoleh dari pengepul dengan harga Rp1.500/Kilogram. Kemudian diolah untuk menjadi sebuah kerajinan yang diinginkan. Sampai saat ini,Prajoko mengaku sudah memiliki sebanyak 250 cetakan/desain hasil karyanya sendiri.Setiap benda apapun menurutnya bisa dilaminasi dengan kerang. ”Jika sedang banyak pesanan,biasanya kita harus kerja lembur hingga dini hari sekitar pukul 02.00," ujar Markus, salah satu karyawan.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
2 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
3 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
3 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
5 jam yang lalu
Infografis
5 CEO Terkaya di Jagat...
5 CEO Terkaya di Jagat Raya, Hartanya Tembus Rp8,2 Kuadriliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved