Pajak perusahaan tambang sulit ditagih

Senin, 21 Mei 2012 - 16:26 WIB
Pajak perusahaan tambang...
Pajak perusahaan tambang sulit ditagih
A A A
Sindonews.com - Direktorat Jenderal Pajak mengaku kesulitan untuk menjaring perusahaan tambang untuk membayar pajak. Pasalnya, banyak perusahaan-perusahaan tambang tersebut yang tidak mendaftarkan perusahaannya sehingga tidak membayar kewajibannya untuk membayar pajak kepada negara.

Dirjen Pajak Fuad Rahmany menjelaskan, kesulitan yang dirasakan oleh pihaknya adalah mengumpulkan data-data terkait perusahaan tambang tersebut meskipun sudah bekerja sama dengan kantor pajak tambang.

"Mereka lagi kerja sekarang, kan kepalanya juga baru. Dia lagi konsentrasi ngumpulin data, yang paling susah itu kan ngumpulin data pertambangan. Kan izin-izin keluar banyak sekali dari Pemda, itu yang kita belum dapat semua, datanya tidak lengkap, alamatnya di mana. Kita lagi beresin dulu datanya," ungkapnya kala ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (21/5/2012).

Fuad melanjutkan, kesulitan tersebut bertambah ketika adanya kendala dari Pemerintah Daerah (Pemda) karena terbatasnya data yang dimiliki oleh pemda tersebut.

"Ada sebagian yang bagus, ada sebagian yang kurang. Susah juga kalau saya harus bilang, pokoknya kurang lah. Susah kalau saya harus bilang soal pemda. data basenya mereka juga tidak bagus, jadi untuk dapatkan data dari mereka juga susah," paparnya.

Mantan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) ini berharap bahwa bisa menjaring pajak dari para perusahaan tambang tersebut.

"Kita akan mulai coba benar-benar, terutama yang menengah itu loh, kalau yang besar-besar itu kan mereka sudah terdaftar sudah bayar pajak. Tapi yang kecil-kecil ini yang jumlahnya ribuan yang kita pikirkan bagaimana dapatkan data mereka, dan juga mendekati mereka gitu. Karena di daerah itu kan tersebar," tuturnya.

Hal itu juga bisa dikatakan sebagai bentuk keadilan bagi seluruh perusahaan tambang yang telah melakukan eksplorasi terhadap sumber daya alam Indonesia. "Tapi keadilan ya. Orang sudah dapatkan hasil dari bumi Indonesia tapi dia tidak bayar pajak itu kan menyedihkan," pungkasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
5 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
5 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
6 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
6 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
6 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
6 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved