Bisnis spa terapis di kota gudeg menjamur

Rabu, 23 Mei 2012 - 11:05 WIB
Bisnis spa terapis di...
Bisnis spa terapis di kota gudeg menjamur
A A A
Sindonews.com - Pertumbuhan pusat perawatan tubuh di Kota Yogyakarta cukup pesat dan menjamur hingga di pinggiran kota. Tuntutan zaman dan banyaknya kesibukan menjadikan spa menjadi tujuan sebagai tempat relaksasi dan perawatan tubuh. Predikat Yogyakarta sebagai kota spa pun kini melekat kuat.

Ketua DPD Asosiasi Spa Terapis Indonesia Yogyakarta Lastiyani Warih Wulandari mengatakan, saat ini ada sekitar 190 tempat usaha spa di Yogyakarta yang telah terdata. Di luar itu masih ada lagi usaha spa yang belum masuk ke dalam asosiasi. Minimal di setiap usaha, ada tiga orang spa terapis.

“Memang sekarang dikenal sebagai kota spa karena pertumbuhannya cepat,” ujarnya di sela-sela uji kompetensi sertifikat spa kemarin.

Pada 2012 ini pihaknya menargetkan ada 500 terapis yang memiliki sertifikat. Sertifikat ini sangat dibutuhkan dalam industri spa dan pemerintah pada umumnya maupun terapis sendiri. Dengan sertifikat ini, mereka diakui dan bisa dijadikan persyaratan untuk bekerja dalam industri spa.

Bagi pemerintah bisa dijadikan sebagai dasar untuk pendataan dengan standar pendidikan dan pembelajaran yang dilakukan. “Hak dan kewajiban terapis akan dijamin secara hukum dengan sertifikat ini,” ujarnya.

Uji kompetensi sertifikat spa kemarin dipusatkan di TUK Spa Putri Kedhaton. Setidaknya ada 130 orang terapis yang ikut dan mendapatkan beasiswa uji kompetensi dari APBN 2012 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Direktur LSP Spa Nasional Ashadi mengatakan program sertifikasi Spa Nasional adalah menjalankan undang-undang. Di undang-undang diatur tentang usaha pariwisata, yang menyebutkan seluruh usaha spa yang dibuka mensyaratkan memiliki tenaga kerja yang memiliki sertifikat spa. Adanya sertifikasi ini akan menampik tudingan miring tentang industri spa.

Menurut Ashadi, pada uji kompetensi kali ini dilakukan atas 5 unit kompetensi perawatan pancaindra dari 56 unit kompetensi spa. Beberapa di antaranya Cluster Jawa, peralatan tangan dan kaki yang berbasis kultur. Selain dengan terapis kompetensi. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
3 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
4 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
4 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved