Ekonomi global melambat, barang China makin mewabah

Kamis, 24 Mei 2012 - 14:09 WIB
Ekonomi global melambat,...
Ekonomi global melambat, barang China makin mewabah
A A A


Sindonews.com - Barang asal China berpotensi terus mewabah di Indonesia lantaran belum membaiknya pertumbuhan ekonomi. Impor yang masuk ke Indonesia tersebut, dikhawatirkan akan mengganggu pasar domestik.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan, walaupun Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan dalam pengangguran, namun kondisi Eropa, India masih mengalami koreksi. Demikian juga dengan pertumbuhan China yang sedang melemah.

"Tetapi China sudah stok barang, kalau tidak bisa di lempar ke Eropa dan AS, pasti akan masuk ke Indonesia. Tantangan terbesar adalah menjaga domestiknya diisi oleh produk domestik yang tidak bisa di ekspor," ungkap dia kala ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (24/5/2012).

Karenanya, dia menilai semua sektor-sektor yang pendorong perekonomian harus berjalan dengan baik. Menurutnya, jika satu faktor saja tidak berjalan dengan baik, dikhawatirkan akan berdampak bagi perekonomian Indonesia. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
4 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
20 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
26 menit yang lalu
Istana Buka Suara soal...
Istana Buka Suara soal Variabel Kejatuhan Rupiah ke Rp18.000: Singgung Kemandirian Ekonomi
30 menit yang lalu
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
1 jam yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved