BII permudah pinjaman untuk pelaku UMKM wanita

Senin, 28 Mei 2012 - 08:58 WIB
BII permudah pinjaman...
BII permudah pinjaman untuk pelaku UMKM wanita
A A A


Sindonews.com - PT Bank Internasional Indonesia (BII) Tbk akan berikan kredit tanpa anggunan kepada 1.250 pelaku UMKM perempuan di Indonesia dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).

Bekerja sama dengan Yayasan Mitra Dhuafa (Yamida) melalui Koperasi Mitra Dhuafa (Komida) disediakan dana bergulir sebesar Rp1 miliar untuk tiga area, Jonggol (Jawa Barat), Sragen (Jawa Tengah) dan Kulon Progo (Yogyakarta).

Direktur Utama Koperasi Mitra Dhuafa (Komida), Slamet Riyadi menuturkan mekanisme persyaratan yang akan diterapkan dalam program ini tidak akan sulit. "Pertama perempuan, kemudian miskin, dan perempuan tersebut hidup. Tidak ada persyaratan lain, seperti anggunan. Dan fotocopy KTP saja tidak diperlukan," ujarnya saat ditemui wartawan di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/5/2012).

Selain itu, dia mengatakan bahwa perempuan yang ingin mendapatkan pinjaman juga tidak harus memiliki usaha sebelumnya. Hanya dengan memiliki niat keinginan, koperasi tersebut akan menyediakan dana untuk memulai usaha.

"Mereka punya usaha atau tidak tapi kalau ada niat, ya kita berikan. Dan nantinya akan ada proses pelatihan dulu. Kalau sudah siap, baru kita berikan agar modal secara materi (uang) dan pengetahuan pun sudah ada sebelum memulai usaha," jelasnya.

Pada tahap pertama, Slamet menyebutkan, perempuan itu akan diberikan dana awal sebesar Rp1 juta untuk memulai usaha. Jika pinjaman itu lunas, maka setelah itu dapat melakukan pinjaman kembali dengan angka kelipatannya. "Bisa nanti pinjam lagi Rp2 juta, kemudian Rp4 juta, terus Rp8 juta dan seterusnya," tambah Slamet.

Karena ini koperasi, Slamet menegaskan bahwa tidak ada pemakaian bunga layaknya cara konvensional. Namun, ada pembagian hasil dengan sistem syariah, dimana akan ada biaya yang juga tidak besar, namun dilaporkan secara transparan.

"Di sini kita menggunakan bagi hasil, karena mereka harus biayai kita sebagai pendamping, kalau di Jawa ada 1 sampai 2 persen. Itu akan kita jelaskan kemana uang itu harus diberikan dan disalurkan. Dan mereka harus bisa menghitungnya," papar Slamet.

Selama ini, untuk area Jongol, koperasi yang diberdayakan oleh perempuan ini memiliki NPL (kredit macet) sebesar 0 persen. Sehingga dirinya optimis, target 1.250 orang akan tercapai di tahun pertama. "Mereka di lingkungan dengan sistem yang bagus, dan dididik untuk menabung," lanjutnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
9 menit yang lalu
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Navigasi Pembangunan Nasional
21 menit yang lalu
Pendapatan Melonjak...
Pendapatan Melonjak 47,7%, KPIG Raih Laba Bersih Rp724,2 Miliar di 2025
56 menit yang lalu
MNC Asia Holding Raup...
MNC Asia Holding Raup Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Setujui Private Placement 8,6 Miliar Saham
1 jam yang lalu
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
1 jam yang lalu
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
10 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved