RI terus upayakan renegoisasi harga gas Tangguh

Selasa, 29 Mei 2012 - 12:54 WIB
RI terus upayakan renegoisasi...
RI terus upayakan renegoisasi harga gas Tangguh
A A A
Sindonews.com - Kepala BP Migas R. Priyono, menyatakan sudah melakukan pembicaraan dengan China, terkait dengan renegosiasi harga gas cair LNG Tangguh ke Fujian-China. Renegoisasi diajukan karena harga yang dipatok sebelumnya dinilai sangat murah.

"Sudah jalan, kita dari pemerintah sudah bicara dengan China," ujar Priyono saat ditemui di Kantor Kemenko. Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (29/5/2012).

Menurutnya, dari renegosiasi tersebut akan diupayakan harga gas dapat lebih baik dari harga domestik. Walaupun seperti yang diketahui, penghitungan harga gas tidak bisa disamakan dengan harga minyak dunia. "Enggak, kalau minyak kan gampang bisa pakai jeriken, tapi kalau gas kan susah," jelas Priyono.

Saat ini harga gas ekspor dari Tangguh ke Fujian hanya sebesar USD3,5 per million metric british thermal unit (mmbtu). Harga tersebut lebih rendah, dari harga domestik yang hanya dikisaran USD 5 per mmbtu dan USD 6 per mmbtu. "Kalau harga domestik kisarannya USD5-6 per mmbtu, kita ingin lebih baik dari itu," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, China sudah siap untuk melakukan renegosiasi dengan pemerintah Indonesia terkait dengan harga gas cair LNG Tangguh.

Tim renegosiasi, diutarakan Hatta, sudah melakukan koordinasi secara berkelanjutan. Ujung tombak dari tim tersebut akan dijalani oleh BP Migas dan Kementerian ESDM. "Sudah mau mereka (China). Nanti akan segera kita lakukan, dan kita sesuaikan dengan kaedah sebagaimana selama ini, formula penjualan gas lebih murah," ujar Hatta

Hatta memastikan dalam perjanjian Indonesia-China terkait harga akan mengikuti formula internasional. Sehingga, jika market di luar bergerak, maka harga dari dalam negeri juga akan ikut bergerak.

"Kemarin baru renegosiasi harga. Ini kan renegosiasi, tentu kita mengedepankan formula, jadi kalau market di luar bergerak, tentu kita bergerak. Tentu lebih baik dari harga yang berlaku saat ini," pungkasnya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
1 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
1 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
9 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
10 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
11 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved