Tambang RI belum sejahterakan masyarakat

Rabu, 30 Mei 2012 - 14:20 WIB
Tambang RI belum sejahterakan...
Tambang RI belum sejahterakan masyarakat
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, industri tambang baik mineral dan batu bara belum mampu menyejahterakan masyarakat saat ini.

"Industri tambang mineral dan batu bara merupakan kunci dari perekonomian negara, namun kesejahteraan mereka (buruh) tidak ditunjang dengan baik," kata Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto di Hotel Ritz Carlton, Jakarta. Rabu (30/5/2012).

"Kalau UUD telah memuat perihal ketenagakerjaan, namun hingga kini masih sulit dilaksanakan meski buruh tambang merupakan faktor yang sangat vital dalam produksi ekonomi," ungkap Suryo.

Kuncinya, kata dia, adalah peningkatan produksi. Bambang melanjutkan, peran Kadin dalam perindustrian pertambangan adalah untuk menjadi mitra antara pemerintah dan perusahaan yang menjalankan semua kegiatan sektor pertambangan.

"Misi utama Kadin menjadi mitra Pemerintah dan mitra usaha pertambangan, Kadin berperan sebagai mitra menjaga keseimbangan antara berbagai mitra," tutup Suryo.

Dia menambahkan permasalahan sektor pertambangan batu bara dan mineral sampai saat ini dinilai tidak berpihak kepada publik. Hal ini lantaran peraturan pemerintah tidak ditujukan untuk kepentingan nasional, yaitu kesejahteraan rakyat.

"Awal permasalahan sektor pertambangan adalah saat lahirnya UU Minerba Tahun 2009. UU tersebut menimbulkan kontroversi, sehingga menimbulkan missunderstanding," ungkapnya.

Menurut dia, hal tersebut menyebabkan industri pertambangan tidak berakar pada masyarakat. "Sehingga memunculkan peluang konflik, dan menimbulkan pandangan apapun yang dilakukan industri pertambangan makin negatif," tambah Suryo.

Selain itu, dia mengungkapkan, para buruh lokal pertambangan kebanyakan bekerja kepada perusahaan asing. "Ini membuat kesejahteraan para buruh seolah-olah dipermainkan," tegasnya.

Untuk itu, dia menilai perusahaan asing harus menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada di Indonesia. "Perusahaan sektor pertambangan tidak cukup membayar pajak, CSR, perlu adanya sosial acceptment seperti sosial, budaya politik, masyarakat lokal," tutup Suryo. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
17 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
34 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved