Beli di SPBU, pedagang eceran dikenakan Rp100/liter

Rabu, 06 Juni 2012 - 14:36 WIB
Beli di SPBU, pedagang...
Beli di SPBU, pedagang eceran dikenakan Rp100/liter
A A A
Sindonews.com - Rupanya ada semacam kerjasama yang dilakukan petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan penjual eceran. Kerjasama ilegal ini dilakukan agar bisa membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam jumlah besar.

Petugas SPBU menambahkan harga Rp100 per liter kepada setiap penjual eceran BBM. Hal ini terjadi di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut Arif, seorang penjual BBM eceran, harga tambahan tersebut semacam kesepakatan bersama. Jadi setiap membeli BBM harus ada tambahan biaya di luar harga resmi.

"Itu sudah semacam kesepakatan, di SPBU lain mungkin ada yang lebih dari itu," kata warga Desa Simpang Pait, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kaltim ini menjelaskan, Rabu (6/6/2012).

Meski SPBU sering dijaga polisi, praktik seperti itu tetap terjadi. Sebab polisi hanya mengawal antrean dan batasan pembelian BBM, bukan harganya.

Di kabupaten paling selatan Kaltim ini, antrean di SPBU memang jadi pemandangan yang sudah lazim sehari-hari ditemukan. Padatnya antrean membuat pembeli BBM kesulitan mendapatkan BBM di SPBU.

"Saya antre biasanya mulai malam hari. Pukul 03.00 WITA saya dapat," tambah Arif.

Ia mengaku menjual BBM hingga Rp8.000 per botolnya. Setiap botol belum tentu mencapai satu liter. "Maklum saja, mendapatkannya susah. Kalau enggak mau beli di eceran ya silahkan antre di SPBU," kata Arif.

Arif juga mengaku, kadang ada pembeli, terutama warga pemilik lahan perkebunan yang membeli hingga 100 liter darinya. Jumlah tersebut rutin terjual. Sehingga setiap hari harus antre di SPBU. Soal harga, Arif mengatakan warga di tempatnya tidak terlalu peduli. Pengguna BBM hanya ingin stok selalu tersedia.

"Mereka punya kebun, tidak mungkin usaha perkebunannya berhenti gara-gara tidak ada BBM. Berapa pun harganya, BBM pasti dibeli," kata Arif.(azh)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
8 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
8 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
9 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
9 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
9 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved