Om Liem dan gurita bisnis (bag 3)

Senin, 11 Juni 2012 - 13:47 WIB
Om Liem dan gurita bisnis...
Om Liem dan gurita bisnis (bag 3)
A A A


Sindonews.com - Konglomerat Liem Sioe Liong alias Sudono Salim mengawali kariernya dari nol. Jatuh bangun dalam menjalankan bisnis pun kerap dialaminya. Namun, kerja kerasnya dalam membangun usaha membuahkan hasil.

Dilansir dari berbagai sumber, awal mula kariernya dimulai dari diversifikasi bisnis perdagangan minyak kacang ke pasar cengkeh, yang ternyata sangat berkembang dengan cepat karena banyak permintaan untuk produksi rokok kretek.

Pria yang biasa disapa Om Liem ini, meninggalkan Fujian, China pada 1936 untuk bergabung dengan saudaranya Liem Sioe Hie dan saudara iparnya Zheng Xusheng di Medan, Sumatera Utara.

Pada 1952, Salim memperluas bisnis perdagangannya dengan merangkul koneksinya sesama pengusaha etnis Tionghoa di Singapura dan Hong Kong. Pabrik sabun yang dimilikinya, menjadi salah satu pemasok utama untuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Pada 1969, bersama Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad, Om Liem mendirikan CV Waringin Kentjana. Belakangan, mereka berempat disebut sebagai The Gang of Four.

Liem yang bernama Indonesia Sudono Salim ini bertindak sebagai chairman dan Sudwikatmono sebagai CEO. Perusahaan yang mereka pegang pun bergerak di bidang perdagangan ekspor kopi, lada, karet, tengkawang dan kopra. Serta, mengimpor gula dan beras.

The Gang of Four ini kemudian pada 1970 mendirikan pabrik tepung terigu PT Bogasari dengan modal pinjaman dari pemerintah. Ketika pertama berdiri, PT Bogasari berkantor di Jalan Asemka, Jakarta dengan kantor hanya seluas 100 meter.

Kemudian, pada 1975, kelompok ini mendirikan pabrik semen PT Indocement Tunggal Perkasa. Pabrik ini melejit bahkan nyaris memonopoli semen di Indonesia. Sehingga kelompok ini sempat digelari Tycoon of Cement. Setelah itu, The Gang of Four ditambah Ciputra, mendirikan perusahaan real estate PT Metropolitan Development, yang membangun perumahan mewah Pondok Indah dan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai.

Selain itu, Om Liem juga mendirikan kerajaan bisnis bidang automotif di bawah bendera PT Indomobil. Bahkan, merambah ke bidang perbankan dengan mendirikan Bank Central Asia (BCA) bersama Mochtar Riyadi. Belakangan Mochtar Riady membangun Lippo Bank.

Seperti diketahui, Taipan bisnis Indonesia, Pendiri PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Sudono Salim alias Liem Sioe Liong, meninggal dunia kemarin, Minggu 10 Juni 2012, di Singapura, pada pukul 15.50 waktu setempat.

Jenazah Om Liem akan disemayamkan di Mount Vernon Funeral Parlours, 121 Aljunied Road, Singapura hari ini, Senin (11/6/2012). Jenazah almarhum akan dikebumikan tanggal 17 Juni 2012 mendatang di Chua Chu Kang, Singapura. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Berakhir Menghijau...
IHSG Berakhir Menghijau di 6.041, Transaksi Tembus Rp11,3 Triliun
37 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Strategi...
Tips MotionTrade: Strategi Buy on Weakness & Buy on Breakout Sesuai Kondisi Pasar
48 menit yang lalu
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
1 jam yang lalu
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
2 jam yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
2 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved