Kadin: Kenaikan harga gas sebaiknya hanya 25%

Selasa, 12 Juni 2012 - 12:29 WIB
Kadin: Kenaikan harga...
Kadin: Kenaikan harga gas sebaiknya hanya 25%
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meminta kenaikan harga gas untuk industri hanya berkisar di angka 15-25 persen. Usulan kenaikan tersebut perlu diringankan agar tidak memberatkan industri yang menggunakan gas.

"Paling tidak 15-25 persen lah kenaikannya. Kalau 55 persen itu terlalu tinggi," kata Ketua Umum Kadin Suryo B Sulisto, usai mengisi acara International Symposium dengan tema Innovation by Industrial Academic Collaboration di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (12/6/2012).

Kadin pun mendesak PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) untuk tidak menaikkan serta mengembalikan harga gas industri yakni tetap di angka USD4,3 per MMBTU dari USD7,9 per MMBTU. Menurutnya, jika memang harga gas terpaksa naik, maka jangan terlalu tinggi.

"Hingga saat ini belum ada jaminan pasokan gas bagi industri pengguna gas bumi, untuk memaksimalkan produksinya pada tahun ini," kata Suryo.

Dia melanjutkan, jika pasokan gas bisa terjamin maka pihaknya tidak keberatan apabila harga dinaikkan. Kenaikan harga gas hingga 55 persen menurut Suryo menyebabkan biaya produksi industri naik sebesar 30 persen.

"Kami berharap pemerintah tegas soal pasokan ini. Karena, industri sangat membutuhkan pasokan gas yang memenuhi kebutuhan," tuturnya.

Suryo mengatakan saat ini harga gas industri memang harus mengalami penyesuaian meskipun tidak sebesar yang diusulkan PGN. Oleh karena itu, dia meminta industri dalam negeri mampu menyesuaikan harga gas internasional.

"Harga gas memang naik, kita harus coba menyesuaikan," kata dia.

Menurutnya, kenaikan gas tidak terlalu menjadi masalah asal tidak signifikan. Namun, yang paling utama dalam persoalan gas yakni ketersediaan pasokan gas. "Kalau harga murah tetapi tidak ada barangnya percuma," tutur Suryo.

Suryo menambahkan, beberapa industri bersedia membayar lebih dari harga pasar saat ini untuk mendapatkan gas tersebut dipasaran. "Kadang-kadang orang tidak masalah dengan harga, yang penting ada barangnya," tutup Suryo.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
11 menit yang lalu
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
31 menit yang lalu
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
42 menit yang lalu
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
53 menit yang lalu
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
54 menit yang lalu
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved