Pengembangan inovasi masih terhambat

Rabu, 13 Juni 2012 - 09:44 WIB
Pengembangan inovasi...
Pengembangan inovasi masih terhambat
A A A


Sindonews.com - Pengembangan inovasi sebagai pendukung usaha di dalam negeri dinilai masih jalan di tempat. Egosektoral serta ketiadaan koordinasi kebijakan dari pemerintah disebut sebagai penyebab terhambatnya pengembangan inovasi.

Ketua Komite Inovasi Nasional (KIN) Zuhal mengatakan, inovasi di Indonesia masih terbatas pada level riset dan temuan tingkat akademisi,dan belum menyentuh aspek permintaan pasar.

“Ada minat untuk pengembangan inovasi, tapi tidak ada insentifnya.Terbukti, anggaran R&D (research and development) kita terendah. Swasta tidak mau masuk karena tidak ada insentif,” kata Zuhal di Jakarta kemarin.

Menurutnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak memahami bahwa pemberian insentif untuk inovasi dapat mendorong pengembangan industri nasional, penciptaan lapangan kerja, hingga menghasilkan pemasukan pajak. Dia menilai Kemenkeu hanya peduli soal penerimaan pajak besar tanpa memahami multiefek insentif untuk industri dan inovasi.

Dia berharap pemerintah mengalokasikan anggaran minimal 1% dari total produk domestik bruto untuk mendukung pengembangan inovasi.

KIN, lanjut dia, merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengubah paradigma, yakni dari saat ini yang hanya mengandalkan eksploitasi sumber daya alam (SDA) menjadi penguatan produksi bernilai tambah.

“Pemerintah China perlu dicontoh. Mereka membuka ruang untuk produk-produk global. Mereka menawarkan insentif-insentif dengan syarat membangun pabrik di sana dan melakukan transfer teknologi. Berbeda dengan di sini. Karena kurang mampu bernegosiasi, akibatnya alih teknologi perusahaan global di Indonesia tidak optimal. Akibatnya, kita hanya bisa merakit,” tandasnya.

Sementara, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, industri serta produk yang dihasilkannya harus memiliki nilai tambah. “Diversifikasi ekonomi kita mengharuskan adanya diversifikasi pelatihan dan edukasi yang mengadaptasi kemampuan serta teknologi baru,” tegasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
4 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
6 jam yang lalu
Infografis
Habitat Asli Harimau...
Habitat Asli Harimau Jawa yang Masih Terjaga hingga Saat Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved