Realisasi kontrak baru WIKA capai Rp5,6 T

Rabu, 13 Juni 2012 - 19:15 WIB
Realisasi kontrak baru...
Realisasi kontrak baru WIKA capai Rp5,6 T
A A A
Sindonews.com — PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mendapatkan kontrak baru hingga akhir Mei 2012 sebesar Rp5,6 triliun. Nilai tersebut sekitar 34 persen dari target kontrak baru perseroan tahun ini sebesar Rp16,5 triliun.

Sekertaris Perusahaan WIKA Natal Argawan Pardede mengatakan, perolehan kontrak baru perseroan hingga 31 Mei 2012 mayoritas berasal dari perusahaan induk. “Kontrak baru yang berasal dari perusahaan induk senilai Rp3,1 triliun, sedangkan dari anak usaha Rp2,5 triliun,” kata dia di Jakarta, Rabu (13/6/2012).

Lebih lanjut Natal menjelaskan, kontribusi terbesar perolehan kontrak dari anak usaha berasal dari PT WIKA Beton, yang mengontribusi sebesar Rp1,3 triliun. Kontrak baru itu, diantaranya berasal dari pembangunan jalan kereta api jalur Semarang-Bojonegoro senilai Rp285 miliar dari Kementerian Perhubungan, pengendalian banjir Karang Mumus senilai Rp135 miliar.

Selain itu, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Tanjung Batu di Kalimantan Timur dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. Total nilai kontrak PLTG berkapasitas 2x50 megawatt (MW) tersebut sebesar Rp925 miliar.

Sementara pada pekan pertama Juni 2012, perseroan bersama dengan perusahaan kontruksi lainnya mendapatkan kontrak baru senilai USD182,98 juta dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) untuk mengerjakan proyek rekayasa, pengadaaan dan kontruksi (engineering, procurement and construction/EPC) dalam proyek North Duri Development (NDD) Area 13 di Duri, Riau.

Porsi WIKA dalam proyek tersebut mencapai 80 persen atau setara USD162 juta. “Kalau ditambah kontrak dari Chevron, maka total kontrak baru WIKA hingga awal Juni mencapai Rp7 triliun,” tutur Natal.

Perseroan pada tahun ini menargetkan total kontrak mencapai Rp32,09 triliun, terdiri atas kontrak baru sebesar Rp16,5 triliun dan kontrak bawaan (carry over) dari tahun sebelumnya senilai Rp15,57 triliun. Sementara itu, WIKA pada tahun ini menargetkan adanya peningkatan laba menjadi Rp430 miliar.

Kenaikan didukung oleh peningkatan penjualan sebesar Rp12,164 triliun yang terdiri dari omset penjualan Rp9,1 triliun dan joint operation sebesar Rp2,989 triliun. Peseroan pada akhir tahun lalu membukukan pendapatan sebesar Rp7,74 triliun dengan laba bersih senilai Rp354,5 miliar. jerna
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
9 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
9 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
10 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
10 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
11 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
11 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved