Tabungan masyarakat di bank umum capai Rp2,763 T

Senin, 18 Juni 2012 - 12:48 WIB
Tabungan masyarakat...
Tabungan masyarakat di bank umum capai Rp2,763 T
A A A
Sindonews.com - Animo masyarakat untuk menyimpan uangnya dalam bentuk tabungan di bank masih cukup tinggi. Dalam periode empat bulan, Bank Indonesia (BI) masyarakat menabung di Bank Umum mencapai Rp2,763 triliun. Dengan rincian tabungan rupiah sebesar Rp2,366 triliun dan valas sebesar Rp397,287 miliar.

Seperti dikutip dari Statistik Perbankan Indonesia yang diterbitkan BI, dana pihak ketiga bank yang berupa tabungan mencapai Rp883,950 miliar atau sekira 31,98 persen dari seluruh DPK bank.

"Tabungan dalam bentuk rupiah sebesar Rp824,382 miliar dan dalam bentuk valas sebesar Rp59,567 miliar," ungkap BI, Senin (18/6/2012).

Sementara giro di perbankan umum mencapai Rp624,167 miliar. Giro dalam bentuk rupiah mencapai Rp454,702 miliar dan giro valas sebesar Rp169,465 miliar.

Sementara deposito (term deposit) sebesar Rp1,255 triliun, yang simpanan berjangka berdenominasi rupiah sebesar Rp1.087 triliun dan valas Rp168,254 miliar.

Sebagaimana diketahui, produk tabungan dengan 'bunga rasa deposito' cukup laris di kalangan masyarakat saat ini. Tabungan tersebut muncul akibat kebutuhan nasabah yang membutuhkan instrumen investasi tapi di sisi lain juga memerlukan dana darurat.

Hal tersebut disampaikan Direktur Mortgage & Consumer Banking BTN Irman Alvian Zahiruddin menanggapi mulai maraknya produk tabungan yang memberikan bunga tinggi seperti suku bunga deposito.

Jika dibandingkan dengan deposito, kata Irman, dana yang ditempatkan di bank itu di kunci sesuai periode waktu tertentu. Kalau nasabah mau menarik dana sebelum jatuh tempo, maka nasabah akan dikenakan fee out. Padahal ada pula nasabah yang sewaktu-waktu membutuhkan dana tapi dia juga menginginkan suku bunga tabungan deposito.

"Karena ada nasabah yang seperti itu maka diciptakan tabungan berbunga deposito. Kalau nasabah tidak ambil uangnya selama sebulan, nasabah dapat bunga deposito. Tapi kalau dalam 20 hari dia ambil uang, bunganya turun jadi tabungan biasa dan produk itu sukses karena banyak ketidakpastian di Indonesia," tuturnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
37 menit yang lalu
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
41 menit yang lalu
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
41 menit yang lalu
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
53 menit yang lalu
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
1 jam yang lalu
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved