Lampu masih merah!

Selasa, 19 Juni 2012 - 16:23 WIB
Lampu masih merah!
Lampu masih merah!
A A A
Sindonews.com - Kemenangan Partai Demokrat Baru belum menjamin Yunani tak akan ke luar dari Zona Eropa. Jadi, tetaplah waspada. Kekhawatiran pelaku pasar bahwa indeks akan kembali longsor, untuk sementara belum terjadi.

Hari ini, Selasa (19/6/2012), indeks kembali melanjutkan penguatannya dan ditutup di level 3.880,82 atau naik poin 20,66 (0,54 persen). Lumayan, kendati indeks harga saham gabungan (IHSG) belum mencapai angka yang pernah tercetak di bulan Mei.

Apakah penguatan yang terjadi selama dua hari berturut-turut di pekan ini bisa dianggap bahwa bursa sudah kembali bullish? Ah, terlalu pagi untuk berpendapat seperti itu. Sebab, semua tahu, keberhasilan Demokrat Baru mendapatkan 129 kursi dari 300 kursi di parlemen belum cukup untuk menggalang dukungan agar Yunani tetap berada di Zona Eropa dan mendapatkan dana talangan.

Memang masih ada waktu tiga hari bagi Demokrat Baru, partai pro dana talangan dan kebijakan penghematan, untuk mencari koalisi. Tetapi jika dalam jangka waktu tersebut tersebut Demokrat Baru gagal mendapat dukungan dari partai lain, hampir dipastikan penyelesaian utang Yunani akan kembali menggantung. Dan ini bakal membuat negeri ini tak mampu membayar utang-tangnya (gagal bayar).

Kemungkinan buruk itulah yang membuat sejumlah bursa Asia hari ini memberikan reaksi yang beragam. Indeks Hang Seng dan Nikkei hari ini ditutup melemah 0,06 persen dan 0,75 persen. Sementara yang mengalami penguatan, selain IHSG, adalah indeks Straits Times, 0,52 persen dan Kospi (0,01 persen).

Walhasil, kini pelaku pasar masih menunggu upaya Partai Demokrat Baru dalam mendapat dukungan dari partai lainnya. Karena itu, Purwoko Sartono, analis dari Panin Sekuritas, melihat beberapa hari ke depan indeks akan bergerak mixed. Hal yang sama juga diutarakan Jansen Kustianto, analis Sinarmas Sekuritas. “Pergerakan indeks selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan pembentukan pemerintahan Yunani yang baru,” kata Jansen.

Lantas, apa yang harus dilakukan investor? Bagi yang kurang nyali, disarankan untuk istirahat sejenak. “Lebih baik pegang cash daripada uang Anda tergerus pelemahan harga saham,” kata analis dari Kresna Securities.

Sementara bagi investor yang ingin mencoba peruntungan, masih ada sejumlah saham yang patut dipertimbangkan. Efek yang diprediksi akan bergerak di pekan ini berasal dari sektor perbankan, konsumer, dan farmasi.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
33 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved