BP Migas tuding PGN lakukan monopoli

Minggu, 24 Juni 2012 - 16:34 WIB
BP Migas tuding PGN...
BP Migas tuding PGN lakukan monopoli
A A A
Sindonews.com - Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengatakan rangkap posisi yang dijalankan Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dapat merugikan pihak lain yang ingin mengembangkan bisnis gas di hulu.

Seperti diketahui saat ini PGN bertindak sebagai fungsi pengangkutan (transporter) sekaligus niaga (trader) gas bumi melalui pipa. Salah satu kerugiannya terlihat dari monopoli pengaliran gas yang dilakukan PGN dimana akan berdampak pada beban yang harus diterima sektor hulu.

"Pipa transmisi yang semestinya 'open access' (terbuka) lebih diprioritaskan melayani kepentingan bisnis 'trading'-nya (niaga) dulu sebelum memberikan akses kepada pihak lain yang hanya ingin membayar toll-fee (ongkos angkut) dari pipa itu," ungkap Juru Bicara BP Migas, Gde Pradnyana di Jakarta, Minggu (24/6/2012).

Kedepan, dia menambahkan bahwa PGN harusnya berfungsi sebagai transporter saja sehingga tata niaga gas menjadi lebih efisien. "PGN yang semestinya menjadi 'transporter' tapi dengan fasilitas jaringan transmisi pipa yang dimilikinya malah memposisikan diri sebagai trader," jelasnya.

PGN dalam posisinya, menurut Gde boleh konsultasikan permasalahan kekurangan volume ke hulu, tapi sebagai trader semestinya PGN mengupayakannya sendiri dari sumber lain termasuk impor gas. "Jadi dalam harga gas PGN memposisikan diri sebagai trader tetapi dalam hal volume, BUMN itu mengklaim sebagai transporter," ucapnya.

Selain itu Gde menyatakan pemerintah dapat menetapkan harga gas PGN sebagaimana halnya di hulu. Walaupun PGN perusahaan terbuka yang sebagian sahamnya milik swasta nasional maupun asing, tapi sebagai pemegang saham terbesar adalah pemerintah semestinya bisa mengendalikan harga gas yang dijual PGN. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved