XL siap lunasi utang Rp1,74 T
Selasa, 03 Juli 2012 - 09:35 WIB
XL siap lunasi utang Rp1,74 T
A
A
A
Sindonews.com – PT XL Axiata Tbk (EXCL) berencana melunasi sisa utang yang akan jatuh tempo tahun ini. Utang perusahaan telekomunikasi tersebut sebesar Rp1,74 triliun hingga akhir semester I/2012.
Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi mengatakan, total utang perseroan per 30 Juni tahun ini tercatat sebesar Rp12,8 triliun. Sementara itu, total utang yang jatuh tempo pada tahun ini sebesar Rp3,8 triliun. “Angka Rp3,8 triliun adalah total utang yang jatuh tempo pada tahun ini. Itu posisi per 31 Desember 2011,” katanya kepada SINDO kemarin.
Dia menjelaskan, dari total utang yang jatuh tempo tahun ini senilai Rp3,8 triliun tersebut, sekitar Rp1,5 triliun merupakan utang obligasi dan sisanya Rp2,3 triliun dari perbankan. Per akhir Juni 2012, perseroan sudah melunasi utang jatuh tempo tahun ini sebesar Rp2,06 triliun. Dengan demikian, sisa utang perseroan yang jatuh tempo pada semester II/2012 senilai Rp1,74 triliun.
Pada 25 April 2012, perseroan telah melunasi utang pokok maupun bunga obligasi Excelcom II/2007 sebesar Rp1,5 triliun dan bunga obligasi senilai Rp38.812.500.000.
Menurut Hasnul, sumber dana pelunasan obligasi jatuh tempo tersebut berasal dari pinjaman Bank Mandiri Rp1 triliun dan sisanya Rp500 miliar dari kas internal perusahaan. Sementara itu, perseroan berhasil mendapatkan pinjaman dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp3 triliun pada akhir kuartal I/2012.
Menurut Vice President Corporate Finance XL Axiata Johnson Chan, pinjaman dari BCA tersebut dialokasikan untuk tambahan belanja modal (capital expenditure/capex) ataupun pembiayaan kembali (refinancing) utang perbankan. Per kuartal I/2012, pinjaman dari BCA yang telah dicairkan senilai Rp1,1 triliun.
Dia menambahkan,adapun belanja modal perseroan tahun ini sebesar Rp7–8 triliun, sedangkan utang perbankan yang jatuh tempo tahun ini berasal dari perbankan dalam dan luar negeri.Total utang dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) senilai USD136 juta atau setara Rp1,2 triliun.Perseroan per akhir tahun lalu mencatat memiliki pinjaman kepada Export Kredit Namnden (EKN) senilai USD192,87 juta.
Analis PT Infovesta Utama Praska Putrantyo berpendapat, sektor telekomunikasi pada 2012 kurang prospektif.Pasalnya, pasar telekomunikasi Indonesia saat ini sudah semakin jenuh lantaran ketatnya persaingan produk maupun layanan dalam industri tersebut.
Karena itu, menurut dia, operator telekomunikasi agar bisa meningkatkan kinerjanya ke depan harus melakukan ekspansi usaha,misalnya pengembangan layanan data.
Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi mengatakan, total utang perseroan per 30 Juni tahun ini tercatat sebesar Rp12,8 triliun. Sementara itu, total utang yang jatuh tempo pada tahun ini sebesar Rp3,8 triliun. “Angka Rp3,8 triliun adalah total utang yang jatuh tempo pada tahun ini. Itu posisi per 31 Desember 2011,” katanya kepada SINDO kemarin.
Dia menjelaskan, dari total utang yang jatuh tempo tahun ini senilai Rp3,8 triliun tersebut, sekitar Rp1,5 triliun merupakan utang obligasi dan sisanya Rp2,3 triliun dari perbankan. Per akhir Juni 2012, perseroan sudah melunasi utang jatuh tempo tahun ini sebesar Rp2,06 triliun. Dengan demikian, sisa utang perseroan yang jatuh tempo pada semester II/2012 senilai Rp1,74 triliun.
Pada 25 April 2012, perseroan telah melunasi utang pokok maupun bunga obligasi Excelcom II/2007 sebesar Rp1,5 triliun dan bunga obligasi senilai Rp38.812.500.000.
Menurut Hasnul, sumber dana pelunasan obligasi jatuh tempo tersebut berasal dari pinjaman Bank Mandiri Rp1 triliun dan sisanya Rp500 miliar dari kas internal perusahaan. Sementara itu, perseroan berhasil mendapatkan pinjaman dari Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp3 triliun pada akhir kuartal I/2012.
Menurut Vice President Corporate Finance XL Axiata Johnson Chan, pinjaman dari BCA tersebut dialokasikan untuk tambahan belanja modal (capital expenditure/capex) ataupun pembiayaan kembali (refinancing) utang perbankan. Per kuartal I/2012, pinjaman dari BCA yang telah dicairkan senilai Rp1,1 triliun.
Dia menambahkan,adapun belanja modal perseroan tahun ini sebesar Rp7–8 triliun, sedangkan utang perbankan yang jatuh tempo tahun ini berasal dari perbankan dalam dan luar negeri.Total utang dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) senilai USD136 juta atau setara Rp1,2 triliun.Perseroan per akhir tahun lalu mencatat memiliki pinjaman kepada Export Kredit Namnden (EKN) senilai USD192,87 juta.
Analis PT Infovesta Utama Praska Putrantyo berpendapat, sektor telekomunikasi pada 2012 kurang prospektif.Pasalnya, pasar telekomunikasi Indonesia saat ini sudah semakin jenuh lantaran ketatnya persaingan produk maupun layanan dalam industri tersebut.
Karena itu, menurut dia, operator telekomunikasi agar bisa meningkatkan kinerjanya ke depan harus melakukan ekspansi usaha,misalnya pengembangan layanan data.
(and)
Lihat Juga :