Hari pertama saham Kobexindo kurang atraktif

Kamis, 05 Juli 2012 - 14:35 WIB
Hari pertama saham Kobexindo...
Hari pertama saham Kobexindo kurang atraktif
A A A
Sindonews.com - PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) adalah pendatang baru di lantai bursa hari ini. Sayangnya, di hari perdananya ini Kobexindo terlihat tidak terlalu atraktif.

Analis pasar modal David Cornelis menjelaskan, salah satu faktornya adalah jumlah saham yang dilepasnya terlalu sedikit. Selain jumlah saham yang membuat saham ini tidak menarik, alasan lainnya adalah kondisi pasar sekarang ini.

"Untuk debut KOBX hari ini kurang menarik dari jumlah sahamnya, kondisi market dan likuiditas secara keselurahan. Jadi terlihat kurang diapresiasi dibandingkan saham-saham IPO lainnya," jelas David sebagaimana dikutip dari Okezone, Kamis (5/7/2012).

Perseroan melepas sebesar 272,5 juta lembar saham atau 12 persen dari total modal yang disetor. Padahal sebelumnya, Kobexindo Tractors berencana melepas 30 persen sahamnya. Rencana awal perseroan akan melepas saham sebesar 30 persen dengan perolehan dana mencapai Rp500 miliar maka dengan adanya revisi, target perolehan dana hanya sebesar Rp109 miliar. "Kecil kan penawarannya, dan free float-nya," jelas dia.

Selain itu, David juga menyebutkan harga saham perdana yang sebesar Rp400 per saham pun dinilai terlalu mahal. "Mahal untuk valuasi pada saat IPO dari multiple valuation-nya. Kalau revisi pendapatan atau laba, terjadi hampir di semua lini perusahaan, ini masih dapat difaktorkan netral oleh investor. Yang menjadi perhatian adalah valuasi P/E dan P/BV yang overvalued, likuiditas yang rendah," jelas dia.

David juga menilai timing IPO Kobexindo hari ini tidak tepat karena kondisi pasar masih wait and see yang terpengaruh pada merahnya bursa regional dan global.

Pada akhir perdagangan sesi I, saham KOBX hanya mengalami kenaikan sebesar Rp40 ke Rp440 per saham. Saham ini sempat menyentuh level tertinggi Rp480 per lembar saham. Sementara level terendahnya ada di Rp420.

Dari dana hasil IPO ini akan dipergunakan Perseroan sebesar 30 persen untuk membeli tandah dan bangunan bagi perluasan satu kantor cabang di Surabaya. Sementara 70 persen akan digunakan oleh perseroan sebagai tambahan modal kerja yang digunakan untuk membeli persediaan perseroan, dan pembayaran biaya-biaya operasional perseroan.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yakni PT Lautandhana Securindo, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Valbury Asia Securities. Sedangkan penjamin emisi efek terdiri dari 24 sekuritas.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapkan Generasi Kompetitif,...
Siapkan Generasi Kompetitif, United Tractors Gelar SOBAT Competition 2022
Gunakan Teknologi USC,...
Gunakan Teknologi USC, PLTU Jawa 4 Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
United Tractors Sambangi...
United Tractors Sambangi 2 Lokasi Paling Parah Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Peringati Hari Pendidikan...
Peringati Hari Pendidikan Nasional, United Tractors Gelar Virtual Roadshow SOBAT 2021
Perkuat Portfolio Kredit...
Perkuat Portfolio Kredit Segmen Komersial, J Trust Bank Gandeng United Tractors
Nilai Transaksi Capai...
Nilai Transaksi Capai Rp176,5 Miliar, Grup Astra Tambah Saham di ARKO
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved