Garuda tak khawatir ditinggal Citilink
Kamis, 05 Juli 2012 - 17:09 WIB
Garuda tak khawatir ditinggal Citilink
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Emirsyah Satar memandang lepasnya manajemen Citilink dari induk usaha PT Garuda Indonesia tidak akan memberikan dampak yang negatif. Justru kedepannya spin-off ini akan mendukung berjalannya bisnis penerbangan Garuda Indonesia sebagai penyedia jasa penerbangan full service.
Menurut Emir, hal tersebut dikarenakan target market Garuda dan Citilink benar-benar berbeda. "Market (pengguna jasa penerbangan) Indonesia berkembang. Di market itu kan ada segmentasinya. Ada yang full service ada yang buget oriented," ujar Emir dalam Penyerahan sertifikat Air Operation Certificate (AOC) dari Dirjen Perhubungan Udara kepada Citilink sebagai maskapai penerbangan mandiri di Indonesia, Kamis (5/7/2012).
Prediksi pertumbuhan pengguna jasa penerbangan di Indonesia pada lima tahun mendatang, lanjut Emir, menunjukkan perkembangan menggembirakan. Pada kalangan medium-upper (menengah ke atas) akan naik sebesar 9-10 persen. Sementara pada kalangan menengah ke bawah pertumbuhannya sebesar 15-16 persen pertahun selama lima tahun kedepan.
"Itu artinya, Low Cost Carier model ini justru meng-create (menciptakan) market (target pasar) yang baru. Yang dulu biasa naik kereta api atau naik kapal yang bisa berhari-hari dari Surabaya ke Makassar, kan kalau naik pesawat paling cuma dua sampai tiga jam saja," papar Emir.
Semakin maju ekonomi kita, cerita Emir, masyarakat Indonesia semakin punya pilihan. Pertama mungkin mereka cuma pake Citilink, tapi seiring dengan meningkatnya status ekonomi bisa jadi kedepannya market juga akan menggunakan Garuda. "Jadi akan komplemen (saling melengkapi) dengan market tersebut. Masing-masing ada pasarnya," simpul Emir.
Menurut Emir, hal tersebut dikarenakan target market Garuda dan Citilink benar-benar berbeda. "Market (pengguna jasa penerbangan) Indonesia berkembang. Di market itu kan ada segmentasinya. Ada yang full service ada yang buget oriented," ujar Emir dalam Penyerahan sertifikat Air Operation Certificate (AOC) dari Dirjen Perhubungan Udara kepada Citilink sebagai maskapai penerbangan mandiri di Indonesia, Kamis (5/7/2012).
Prediksi pertumbuhan pengguna jasa penerbangan di Indonesia pada lima tahun mendatang, lanjut Emir, menunjukkan perkembangan menggembirakan. Pada kalangan medium-upper (menengah ke atas) akan naik sebesar 9-10 persen. Sementara pada kalangan menengah ke bawah pertumbuhannya sebesar 15-16 persen pertahun selama lima tahun kedepan.
"Itu artinya, Low Cost Carier model ini justru meng-create (menciptakan) market (target pasar) yang baru. Yang dulu biasa naik kereta api atau naik kapal yang bisa berhari-hari dari Surabaya ke Makassar, kan kalau naik pesawat paling cuma dua sampai tiga jam saja," papar Emir.
Semakin maju ekonomi kita, cerita Emir, masyarakat Indonesia semakin punya pilihan. Pertama mungkin mereka cuma pake Citilink, tapi seiring dengan meningkatnya status ekonomi bisa jadi kedepannya market juga akan menggunakan Garuda. "Jadi akan komplemen (saling melengkapi) dengan market tersebut. Masing-masing ada pasarnya," simpul Emir.
(gpr)
Lihat Juga :