Dugaan Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Jadi Alasan Dirut Citilink Dicopot?
Jum'at, 18 Februari 2022 - 15:40 WIB
loading...
Kementerian BUMN belum memberikan penjelasan soal pencopotan dirut Citilink. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kementerian BUMN belum memberikan pernyataan resmi alasan pencopotan Juliandra Nurtjahjo sebagai direktur utama PT Citilink Indonesia . Sebagai gantinya, pemegang saham mengangkat Dewa Kadek Rai untuk mengisi posisi tersebut.
Baca juga: Semua Pihak Diharapkan Dukung Transformasi Krakatau Steel
Meski pencopotan Juliandra Nurtjahjo diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan, pergantian itu terjadi setelah dirinya diperiksa penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), yang diumumkan pada Jumat hari ini (18/2/2022).
Pemeriksaan tersebut terkait dengan saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia tahun 2011-2021. MNC Portal Indonesia pun mencoba menghubungi Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga untuk dimintai penjelasan. Hanya saja, keduanya belum merespons pertanyaan yang sudah diajukan.
Dalam arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, dugaan kasus korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia yang diperiksa Kejagung terkait dengan leasing atau harga pesawat. Salah satunya pesawat ATR-720-600. Kasus ini pun membawa nama Emirsyah Satar, mantan dirut emiten GIAA itu.
Baca juga: Semua Pihak Diharapkan Dukung Transformasi Krakatau Steel
Meski pencopotan Juliandra Nurtjahjo diputuskan dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) perusahaan, pergantian itu terjadi setelah dirinya diperiksa penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), yang diumumkan pada Jumat hari ini (18/2/2022).
Pemeriksaan tersebut terkait dengan saksi dalam penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia tahun 2011-2021. MNC Portal Indonesia pun mencoba menghubungi Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga untuk dimintai penjelasan. Hanya saja, keduanya belum merespons pertanyaan yang sudah diajukan.
Dalam arsip pemberitaan MNC Portal Indonesia, dugaan kasus korupsi pengadaan pesawat Garuda Indonesia yang diperiksa Kejagung terkait dengan leasing atau harga pesawat. Salah satunya pesawat ATR-720-600. Kasus ini pun membawa nama Emirsyah Satar, mantan dirut emiten GIAA itu.
Lihat Juga :