Terapkan cost driver, Citilink lebih lambat
Kamis, 05 Juli 2012 - 19:35 WIB
Terapkan cost driver, Citilink lebih lambat
A
A
A
Sindonews.com - Mengingat konsep Low Cost Carier (LCC) yang diterapkan, pihak Citilink mengaku ketepatan waktu Citilink akan sedikit lebih lambat dari pesawat perusahaan induknya, Garuda Indonesia. Hal tersebut dikarenakan pertimbangan konsen perusahaan yang berorientasi kepada cost driver (Pengendalian Biaya).
"OTP (On Time Performance) memang tidak setinggi premium srivice. Mungkin sekitar 70-75 ontime performance (ketepatan waktu kedatangannya)," ujar Senior Vice President Citilink, Arif Wibowo dalam acara penyerahan sertifikat Air Operation Certificate (AOC) dari Dirjen Perhubungan Udara kepada Citilink sebagai maskapai penerbangan mandiri di Indonesia, Kamis (5/7/2012).
Menurut Arif, sebagai konsekuensi Low Cost (penerbangan berbiaya rendah), maka pihaknya harus malakukan berbagai strategi guna menekan biaya operasional yang berlebih. Namun demikian, pihaknya tetap mengutamakan keselamatan penerbangan, sehingga sirkulasi penerbangan dipilih pihak Citilink sebagai titik utama pengendalian biaya operasional.
"Low Cost bukan berarti mutunya kita turunkan, atau standar keselamatan kita turunkan. Hanya saja untuk mengendalikan agar tidak berlebih, jadi harus diatur jam penerbangannya," tegas Arif.
Kendati demikian, dirinya beserta jajarannya akan bekerja keras guna menanggulangi permasalahan tersebut. "Late arrival pasti terjadi, tapi tentu bagaimana menyiasati keterlambatan itu. Kita tidak hanya menyediakan base-nya dari Jakarta dan Surabaya. Kita akan tempatkan Batam, Ujung Pandang dan Lombok untuk meningkatkan On Time Performance," tegasnya.
"OTP (On Time Performance) memang tidak setinggi premium srivice. Mungkin sekitar 70-75 ontime performance (ketepatan waktu kedatangannya)," ujar Senior Vice President Citilink, Arif Wibowo dalam acara penyerahan sertifikat Air Operation Certificate (AOC) dari Dirjen Perhubungan Udara kepada Citilink sebagai maskapai penerbangan mandiri di Indonesia, Kamis (5/7/2012).
Menurut Arif, sebagai konsekuensi Low Cost (penerbangan berbiaya rendah), maka pihaknya harus malakukan berbagai strategi guna menekan biaya operasional yang berlebih. Namun demikian, pihaknya tetap mengutamakan keselamatan penerbangan, sehingga sirkulasi penerbangan dipilih pihak Citilink sebagai titik utama pengendalian biaya operasional.
"Low Cost bukan berarti mutunya kita turunkan, atau standar keselamatan kita turunkan. Hanya saja untuk mengendalikan agar tidak berlebih, jadi harus diatur jam penerbangannya," tegas Arif.
Kendati demikian, dirinya beserta jajarannya akan bekerja keras guna menanggulangi permasalahan tersebut. "Late arrival pasti terjadi, tapi tentu bagaimana menyiasati keterlambatan itu. Kita tidak hanya menyediakan base-nya dari Jakarta dan Surabaya. Kita akan tempatkan Batam, Ujung Pandang dan Lombok untuk meningkatkan On Time Performance," tegasnya.
(gpr)
Lihat Juga :