Pertamina bangun depot mini atasi kemarau
Minggu, 08 Juli 2012 - 12:35 WIB
Pertamina bangun depot mini atasi kemarau
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (persero) membangun depot mini di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 10.000 KL dengan kedalaman air pada musim kemarau sekitar 11 meter. Penambahan infrastruktur tersebut ditujukan sebagai rencana jangka panjang, untuk antisipasi musim kemarau yang sering terjadi di periode Mei hingga Agustus yang menyulitkan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, dengan depot mini tersebut dan Terminal BBM Sintang, daerah tengah Kalimantan Barat akan memiliki sarana dan fasilitas yang dapat menampung 30.000 Kl BBM.
"Begitu depot mini Sanggau tuntas pada akhir tahun ini, maka bisa menyimpan stok BBM untuk tiga bulan bagi wilayah Kalimantan Barat sehingga bisa menjamin keamanan pasokan," ungkap Hanung dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews.com, Minggu (8/7/2012).
Akan tetapi, jalan menuju depot mini tersebut saat ini masih berupa tanah merah berbatu yang berisiko pada musim penghujan dan memerlukan perkuatan pada beberapa jembatan yang masih terbuat dari kayu. Artinya, juga dibutuhkan kerja sama dari Pemerintah Daerah setempat dalam pembangunan infrastruktur jalan.
"Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan turut serta membantu agar infrastruktur jalan memadai untuk jalur alternatif dari depot mini Sanggau menuju titik konsumen," tambahnya.
Hanung juga mengungkapkan dengan dari kondisi riil di lapangan, Pertamina melihat kemungkinan Pontianak untuk memiliki Terminal BBM skala besar, yaitu 100.000 KL. Terminal BBM tersebut sangat strategis untuk ketahanan pasokan BBM di Kalimantan dan juga sebagai cadangan untuk kebutuhan Jakarta dan sekitarnya.
"Kami melihat pembangunan Terminal BBM skala besar, yaitu 100.000 KL di Pontianak semakin urgent dan strategis untuk diwujudkan untuk ketahanan pasokan BBM di Kalimantan. Selain itu, Pontianak cukup dekat dengan Jakarta sehingga terminal BBM tersebut bisa menjadi back up untuk kebutuhan Jakarta dan sekitarnya," pungkasnya. (mai)
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan, dengan depot mini tersebut dan Terminal BBM Sintang, daerah tengah Kalimantan Barat akan memiliki sarana dan fasilitas yang dapat menampung 30.000 Kl BBM.
"Begitu depot mini Sanggau tuntas pada akhir tahun ini, maka bisa menyimpan stok BBM untuk tiga bulan bagi wilayah Kalimantan Barat sehingga bisa menjamin keamanan pasokan," ungkap Hanung dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews.com, Minggu (8/7/2012).
Akan tetapi, jalan menuju depot mini tersebut saat ini masih berupa tanah merah berbatu yang berisiko pada musim penghujan dan memerlukan perkuatan pada beberapa jembatan yang masih terbuat dari kayu. Artinya, juga dibutuhkan kerja sama dari Pemerintah Daerah setempat dalam pembangunan infrastruktur jalan.
"Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan turut serta membantu agar infrastruktur jalan memadai untuk jalur alternatif dari depot mini Sanggau menuju titik konsumen," tambahnya.
Hanung juga mengungkapkan dengan dari kondisi riil di lapangan, Pertamina melihat kemungkinan Pontianak untuk memiliki Terminal BBM skala besar, yaitu 100.000 KL. Terminal BBM tersebut sangat strategis untuk ketahanan pasokan BBM di Kalimantan dan juga sebagai cadangan untuk kebutuhan Jakarta dan sekitarnya.
"Kami melihat pembangunan Terminal BBM skala besar, yaitu 100.000 KL di Pontianak semakin urgent dan strategis untuk diwujudkan untuk ketahanan pasokan BBM di Kalimantan. Selain itu, Pontianak cukup dekat dengan Jakarta sehingga terminal BBM tersebut bisa menjadi back up untuk kebutuhan Jakarta dan sekitarnya," pungkasnya. (mai)
(and)
Lihat Juga :