Penjualan mobil semester I

Senin, 09 Juli 2012 - 09:59 WIB
Penjualan mobil semester...
Penjualan mobil semester I
A A A
Sindonews.com - Penjualan mobil di Indonesia mengalami perkembangan menarik selama Juni 2012. Pada awalnya banyak pihak menduga penjualan mobil anjlok karena penerapan persyaratan uang muka kredit yang naik tajam dan berlaku mulai pertengahan Juni 2012.

Berbagai prediksi yang pesimistis bermunculan, terutama dari kalangan industri automotif sendiri. Namun, ternyata penjualan mobil pada Juni 2012 menembus angka 100.000 unit. Ini adalah penjualan bulanan terbesar yang pernah tercetak dalam sejarah industri automotif Indonesia. Dengan penjualan yang tercapai pada bulan tersebut, total penjualan mobil selama semester 1/2012 mencapai 533.000 unit.

Ini berarti total penjualan selama semester I tahun ini mulai melampaui setengah juta unit. Jika perkembangan selama bulan-bulan mendatang mengikuti tren yang ada sebagaimana bulan-bulan lalu, bisa diperkirakan angka penjualan mobil sepanjang 2012 untuk pertama kalinya akan menembus 1 juta unit. Penjualan setinggi ini sebetulnya diprediksi oleh pemerintah akan terjadi pada 2014.

Prediksi tersebut kemudian mengalami revisi setelah melihat data penjualan 2010 dan 2011 yang sangat membesarkan hati sehingga pemerintah serta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akhirnya memprediksi penjualan mobil sebanyak 1 juta unit akan tercapai pada 2013. Dalam tulisan saya akhir tahun lalu,yang menanggapi prediksi konsultan Frost and Sullivan yang menyatakan sangat tidak mungkin penjualan mobil akan mencapai 1 juta unit di 2012,saya justru bersikeras penjualan mobil Indonesia akan mencapai 1 juta unit tahun ini.

Prediksi semacam ini sudah saya lakukan secara tertulis di harian ini sejak dua tahun lalu. Meskipun masih sangat dini untuk menyatakan penjualan mobil di 2012 akan mencapai 1 juta unit, karena berbagai faktor yang tetap bisa saja terjadi, penjualan selama semester I/2012 tersebut merupakan suatu indikator yang penting bagi berbagai kalangan pengusaha mobil di Indonesia untuk melihat prospek ke depan dengan lebih jeli lagi.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa di tengah krisis global selama beberapa waktu terakhir ini,penjualan mobil di Indonesia masih terus menorehkan rekor baru setiap bulannya? Terlebih lagi dengan aturan main dari sisi pembiayaannya yang menyebabkan uang muka pembelian mobil menjadi lebih mahal, mengapa hal itu tidak berdampak signifikan terha dap permintaan mobil?

Dalam tulisan saya tentang pendapatan masyarakat Indonesia yang sudah melampaui produk domestik bruto (PDB) per kepala sebesar USD3.000, di situ dikatakan, salah satu industri penting yang mengalami lonjakan permintaan adalah industri mobil. Teori ini sudah terbukti kebenarannya di China, yang pada 2008 lalu telah melampaui PDB per kepala sebesar USD 3.000 dan sebagai akibatnya penjualan mobil di negara tersebut mengalami lonjakan tajam sehingga mencapai 13,6 juta unit di 2009, jauh melampaui jumlah penjualan sebesar 2 juta unit di tahun 2000.

Kenaikan tersebut menyebabkan China menjadi pasar terbesar industri automotif dunia. Bahkan di tahun 2010, penjualan meningkat lagi sehingga mencapai sekitar 18,4 juta unit. Cerita yang mirip juga terjadi di Brasil. Negara tersebut dewasa ini telah menjadi satu dari 10 negara terbesar di dunia. Dengan jumlah penduduk hampir sama dengan Indonesia, pencapaian di negara tersebut menjadi semacam leading indicator bagi Indonesia.

Di tahun 1994, untuk pertama kalinya Brasil mengalami kenaikan pendapatan sehingga mencapai USD3.000 per kepala. Pada tahun tersebut penjualan mobil di negara itu mulai melampaui 1 juta unit. Tahun 1998,empat tahun kemudian, penjualan mobil naik dua kali lipat sehingga mencapai 2 juta unit. Namun, pada 1999–2000, Brasil mengalami krisis ekonomi seperti di Indonesia. PDB turun drastis sehingga PDB per kepala berada di bawah USD3.000.

Dampaknya, penjualan mobil kembali berada di bawah 1 juta unit, turun dari 2 juta unit yang tercapai pada1998.Namun,dengankembali meningkatnya pendapatan, pada 2004 Brasil kembali mencapai PDB per kepala USD3.000.Ternyata,kenaikan pendapatan tersebut juga diikuti penjualan mobil yang kembali melampaui 1 juta unit.

Pendapatan masyarakat Brasil terus meningkat di zaman Presiden Lula da Silva sehingga dewasa ini mencapai lebih dari USD10.000. Tahun 2011 lalu penjualan mobil di negara tersebut telah melampaui 3,6 juta unit. Dengan melihat contoh di kedua negara tersebut, kita bisa menduga penjualan mobil di Indonesia akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang seiring dengan kenaikan pendapatan masyarakat.

Oleh karena itu untuk 2012 ini bukan tidak mungkin penjualan mobil di Indonesia akan mencapai 1,05 juta–1,1 juta unit. Saya tidak akan terkejut jika jumlah penjualannya bahkan lebih tinggi lagi.Apa pun yang terjadi, rasanya angka penjualan 1 juta unit sudah hampir pasti akan terlampaui di tahun ini. Dengan prediksi semacam itu, tidaklah mengherankan keputusan Honda Prospect Motor,

pembuat mobil Honda di Indonesia, yang akan meningkatkan kapasitas produksinya dari 60.000 unit menjadi 180.000 unit sebagaimana diumumkan perusahaan tersebut beberapa bulan lalu, hal yang merupakan indikasi betapa optimistisnya mereka dengan pasar Indonesia. Kenaikan kapasitas pabrik tersebut seakan mengikuti tren sebelumnya di mana Toyota, General Motors, Daihatsu, Suzuki dan banyak lagi juga telah mengumumkan rencana ekspansi mereka untuk menambah kapasitas produksi.

Bahkan Nissan mengumumkan kenaikan kapasitas secara agresif dari 50.000 unit menjadi 100.000 unit,tetapi kemudian ditambah lagi menjadi 180.000 unit. Tampaknya, dengan perkembangan pasar di Indonesia, menjadi semakin ekonomis untuk meningkatkan kapasitas produksi di negara kita, baik untuk keperluan penjualan domestik maupun untuk mempersiapkan diri bagi pembangunan basis produksi untuk pasar negara lain.

Perkembangan inilah yang rasanya masih akan terus terjadi di waktu-waktu mendatang karena tren yang terjadi di Brasil bisa dipastikan pula akan terjadi di Indonesia. Itulah sebabnya pembangunan pabrik baru tersebut, beserta pabrik komponennya, akan menyebabkan kenaikan permintaan yang tinggi pada lahan kawasan industri kita. Semua hal akhirnya tampak terus berkejaran.Kita sungguh berharap,semua itu membawa kesejahteraan bagi masyarakat kita.

CYRILLUS HARINOWO HADIWERDOYO
Pengamat Ekonomi
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Heboh! Penjualan Mobil...
Heboh! Penjualan Mobil Nasional April 2026 Tembus 80 Ribu Unit, Rekor Baru Pasca-Lebaran
20 Mobil Terlaris Mei...
20 Mobil Terlaris Mei 2025: Pasar Lesu Darah, Namun Takhta Raja-Raja Lama Tak Tergoyahkan
Penjualan Suzuki Meroket...
Penjualan Suzuki Meroket 22% di Mei 2024, 21% Disumbang Mobil Hybrid
Laris Manis, Penjualan...
Laris Manis, Penjualan Mobil Listrik Indonesia Terus Digenjot
Gaikindo Pusing: Pasar...
Gaikindo Pusing: Pasar Mobil Indonesia Melambat, Penjualan Kuartal Pertama Anjlok
Selain Air ev, Ini 2...
Selain Air ev, Ini 2 Mobil Wuling Ini Berjaya di Forwot Car of The Year 2023
Berita Terkini
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
34 menit yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
1 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
1 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
4 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
14 jam yang lalu
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved