Subsidi melonjak, pemerintah yakin APBN masih aman

Selasa, 10 Juli 2012 - 10:19 WIB
Subsidi melonjak, pemerintah...
Subsidi melonjak, pemerintah yakin APBN masih aman
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menegaskan, pembengkakan belanja subsidi pada tahun ini bisa ditutup dari pos lain sehingga defisit anggaran di atas 3 persen tidak akan terjadi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan, untuk menutup pembengkakan belanja subsidi, pemerintah bisa menggunakan anggaran dari program sosial yang sebelumnya diproyeksikan sebagai dana kompensasi perubahan besaran subsidi bila ada kenaikan harga BBM.

Sebagai catatan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 mengalokasikan anggaran kompensasi perubahan besaran subsidi Rp30,6 triliun.

Dana tersebut terdiri atas Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp17,088 triliun, kompensasi angkutan umum (Rp5 triliun), dan pembangunan infrastruktur pedesaan sebesar Rp7,8 triliun. Anggaran ini seharusnya dipakai jika ada kenaikan harga BBM. Tetapi mengingat ada penangguhan maka anggaran tersebut terancam menganggur hingga akhir tahun.

“Dari awal sudah kita prediksikan (pembengkakan belanja subsidi). Ada dana misalnya ada kenaikan, sekitar Rp39 triliun untuk program-program sosial. Kan itu tidak boleh digunakan, nah itu kita pakai,” tutur Hatta di kantornya, kemarin.

Hatta menjelaskan, pembengkakan belanja subsidi tidak bisa dihindari karena adanya ketidaksinkronan antara asumsi yang ditetapkan dengan kenyataan.

Sebagai informasi, belanja subsidi sebesar Rp137,4 triliun ditetapkan dengan asumsi ada kenaikan BBM padahal kenyataannya pemerintah menangguhkan kenaikan BBM.

Seperti diketahui, realisasi belanja subsidi hingga akhir tahun diprediksi mencapai Rp346,9 triliun atau 141,6% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 sebesar Rp245,1 triliun.

Hingga Juni atau akhir semester I, realisasi belanja subsidi telah mencapai Rp134,7 triliun atau 55% dari pagu yang dianggarkan. Realisasi belanja subsidi diprediksi akan semakin meningkat pada semester II yakni Rp212,2 triliun. Belanja subsidi yang diperkirakan mencapai Rp346,9 triliun sampai akhir tahun tersebut didominasi belanja subsidi BBM dan elpiji tabung 3 kg.

Terkait melonjaknya subsidi, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pembengkakan bisa ditutupi dari penerimaan pos lain atau merealokasi anggaran kompensasi perubahan subsidi yang seharusnya dipakai jika ada kenaikan harga BBM.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
APBN per November 2024...
APBN per November 2024 Tekor Rp401,8 triliun
APBN Februari 2025 Defisit...
APBN Februari 2025 Defisit 0,13 Persen atau Rp31,2 Triliun
Dualisme PSSI Tahun...
Dualisme PSSI Tahun 2012 Penyebab Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2012
Simak! Kinerja APBN...
Simak! Kinerja APBN Mei 2022
Kinerja APBN 2021 Dinilai...
Kinerja APBN 2021 Dinilai Cukup Positif, Ini Penjelasannya
Kisah Greysia Polii:...
Kisah Greysia Polii: Skandal Olimpiade 2012, Pensiun, Tragedi, Emas Olimpiade 2020
Berita Terkini
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
18 menit yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
1 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
10 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved