Kurs Rupiah Awal Pekan Masih Loyo, Hari Ini Bertengger di Posisi Rp15.978/USD
Senin, 20 Mei 2024 - 16:28 WIB
loading...
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS atau USD pada perdagangan hari ini di awal pekan, Senin (20 /5/2024) berakhir tergelincir 23 poin atau 0,14% ke level Rp15.978 per USD. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini di awal pekan, Senin (20 /5/2024) berakhir tergelincir 23 poin atau 0,14% ke level Rp15.978 per USD. Sebelumnya kurs Rupiah sempat menguat menjadi Rp15.955 per dolar AS.
Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Lesu ke Rp15.955
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp15.962 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS menguat karena stabilitas Timur Tengah menjadi fokus setelah jatuhnya helikopter Iran Laporan media pada akhir pekan menunjukkan bahwa sebuah helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi dan menteri luar negerinya jatuh di tengah kondisi cuaca buruk.
Upaya penyelamatan sedang dilakukan, namun Reuters mengutip pejabat Iran yang menyatakan bahwa nyawa mereka dalam bahaya. Raisi dipandang sebagai pesaing untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya, dan juga dianggap sebagai tokoh garis keras dalam menindak protes dalam negeri dan menerapkan lebih banyak undang-undang moralitas.
"Data minggu lalu menunjukkan harga konsumen AS untuk bulan April menurun, menyebabkan pasar memperkirakan 50 basis poin (bps), atau setidaknya dua kali penurunan suku bunga tahun ini, namun berbagai pejabat Fed telah memberikan peringatan tentang kapan suku bunga mungkin turun," tulis Ibrahim dalam risetnya, Senin (20/5/2024).
Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Lesu ke Rp15.955
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp15.962 per dolar AS. Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS menguat karena stabilitas Timur Tengah menjadi fokus setelah jatuhnya helikopter Iran Laporan media pada akhir pekan menunjukkan bahwa sebuah helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi dan menteri luar negerinya jatuh di tengah kondisi cuaca buruk.
Upaya penyelamatan sedang dilakukan, namun Reuters mengutip pejabat Iran yang menyatakan bahwa nyawa mereka dalam bahaya. Raisi dipandang sebagai pesaing untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran berikutnya, dan juga dianggap sebagai tokoh garis keras dalam menindak protes dalam negeri dan menerapkan lebih banyak undang-undang moralitas.
"Data minggu lalu menunjukkan harga konsumen AS untuk bulan April menurun, menyebabkan pasar memperkirakan 50 basis poin (bps), atau setidaknya dua kali penurunan suku bunga tahun ini, namun berbagai pejabat Fed telah memberikan peringatan tentang kapan suku bunga mungkin turun," tulis Ibrahim dalam risetnya, Senin (20/5/2024).
Lihat Juga :