Outsourcing, karena perusahaan tidak mau pusing
Selasa, 10 Juli 2012 - 12:37 WIB
Outsourcing, karena perusahaan tidak mau pusing
A
A
A
Sindonews.com - Efisiensi, mungkin kata tersebut tepat untuk menggambarkan alasan pengusaha yang begitu bersikukuh mempertahankan sistem penyerapan tenaga kerja lewat alih daya atau yang biasa dikenal dengan istilah outsourcing. Sayangnya, dalam pelaksanaannya, banyak penyedia jasa outsourcing yang bertindak tidak sesuai.
Hal tersebut seperti dikemukakan Wakil Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Tenaga Kerja Iftida Yasar di sela acara Seminar Outsourcing di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Menurut Iftida, alasan mengapa pihak perusahaan bersikukuh mempertahankan sistem outsourcing adalah karena perusahaan tak mau ambil pusing dalam proses penyerapan tenaga kerjanya. "Jadi outsourcing itu intinya pengalihan risiko, si perusahaan enggak mau pusing," terang Iftida.
Sistem outsourcing, lanjut Iftida, sebenarnya sangat menguntungkan bila dilakukan dengan mekanisme yang benar. Sayangnya, ada beberapa perusahaan outsourcing yang nakal sehingga harus dihapuskan pelaksanaannya agar tidak merembet kepada rusaknya citra perusahaan outsourcing.
"Jadi kita membicarakan outsourcing itu ada yang jelek, ada yang tidak berbadan hukum, yang memotong gaji, tidak berskill labour. Outsourcing yang mau dihapus itu yang memungut titipan, yang mesti bayar. Itu emang mesti dihapus," kata Iftida.
Hal tersebut seperti dikemukakan Wakil Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Tenaga Kerja Iftida Yasar di sela acara Seminar Outsourcing di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Menurut Iftida, alasan mengapa pihak perusahaan bersikukuh mempertahankan sistem outsourcing adalah karena perusahaan tak mau ambil pusing dalam proses penyerapan tenaga kerjanya. "Jadi outsourcing itu intinya pengalihan risiko, si perusahaan enggak mau pusing," terang Iftida.
Sistem outsourcing, lanjut Iftida, sebenarnya sangat menguntungkan bila dilakukan dengan mekanisme yang benar. Sayangnya, ada beberapa perusahaan outsourcing yang nakal sehingga harus dihapuskan pelaksanaannya agar tidak merembet kepada rusaknya citra perusahaan outsourcing.
"Jadi kita membicarakan outsourcing itu ada yang jelek, ada yang tidak berbadan hukum, yang memotong gaji, tidak berskill labour. Outsourcing yang mau dihapus itu yang memungut titipan, yang mesti bayar. Itu emang mesti dihapus," kata Iftida.
(gpr)
Lihat Juga :