PLN tandatangani PPA PLTU Banten
Selasa, 10 Juli 2012 - 17:43 WIB
PLN tandatangani PPA PLTU Banten
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) PLTU Banten berkapasitas 1x660 MW dengan PT Lestari Banten Energi (PT LBE). PLTU tersebut dibangun oleh PT LBE dan akan segera direalisasikan.
“Setelah adanya PPA yang kita tandatangani hari ini, semoga pihak PT LBE dapat segera melakukan proses pembangunan PLTU Banten dengan kapasitas 660 MW, karena dengan semakin cepatnya PLTU ini dapat dibangun dan dioperasikan, maka tentunya pasokan listrik di sistem Jawa Bali akan semakin andal dan membantu PLN dalam menekan rasio penggunaan BBM,” ujar Direktur PT PLN (Persero) Nur Pamudji dalam keterangan tertulisanya kepada Sindonews, Selasa (10/7/2012)
Pengadaan proyek ini, dia menuturkan, dilakukan melalui proses pelelangan umum dengan skema BOOT (Build, Own, Operate & Transfer), dimana pembangkit ini nantinya akan menjadi milik PLN setelah habis masa kontrak 25 tahun. Proyek ini akan dibangun tanpa Jaminan Pemerintah (Government Guarantee) dan dijadwalkan Financing Date akan tercapai dalam tempo 12 bulan setelah penandatanganan PPA.
"PLTU Banten ini nantinya akan mensuplai energi listrik ke Sistem Jawa–Bali sebesar kurang lebih 4.380 GWh per tahun, dan dijadwalkan akan mulai beroperasi komersial (COD=Commercial Operation Date) 57 bulan setelah ditandatanganinya PPA," jelasnya.
Sedangkan tarif dasar jual beli tenaga listrik yang disepakati, dan telah mendapat persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), adalah sebesar 5.9999 sen USD/kWh. Untuk proyek ini, sesuai proposalnya, LBE akan memasang mesin/peralatan boiler dengan teknologi supercritical boiler dan diperkirakan proyek ini akan menelan total biaya investasi sekitar USD1 miliar.
“Setelah adanya PPA yang kita tandatangani hari ini, semoga pihak PT LBE dapat segera melakukan proses pembangunan PLTU Banten dengan kapasitas 660 MW, karena dengan semakin cepatnya PLTU ini dapat dibangun dan dioperasikan, maka tentunya pasokan listrik di sistem Jawa Bali akan semakin andal dan membantu PLN dalam menekan rasio penggunaan BBM,” ujar Direktur PT PLN (Persero) Nur Pamudji dalam keterangan tertulisanya kepada Sindonews, Selasa (10/7/2012)
Pengadaan proyek ini, dia menuturkan, dilakukan melalui proses pelelangan umum dengan skema BOOT (Build, Own, Operate & Transfer), dimana pembangkit ini nantinya akan menjadi milik PLN setelah habis masa kontrak 25 tahun. Proyek ini akan dibangun tanpa Jaminan Pemerintah (Government Guarantee) dan dijadwalkan Financing Date akan tercapai dalam tempo 12 bulan setelah penandatanganan PPA.
"PLTU Banten ini nantinya akan mensuplai energi listrik ke Sistem Jawa–Bali sebesar kurang lebih 4.380 GWh per tahun, dan dijadwalkan akan mulai beroperasi komersial (COD=Commercial Operation Date) 57 bulan setelah ditandatanganinya PPA," jelasnya.
Sedangkan tarif dasar jual beli tenaga listrik yang disepakati, dan telah mendapat persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), adalah sebesar 5.9999 sen USD/kWh. Untuk proyek ini, sesuai proposalnya, LBE akan memasang mesin/peralatan boiler dengan teknologi supercritical boiler dan diperkirakan proyek ini akan menelan total biaya investasi sekitar USD1 miliar.
(and)
Lihat Juga :