Krisis Eropa tak akan lemahkan volatilitas rupiah
Selasa, 10 Juli 2012 - 18:46 WIB
Krisis Eropa tak akan lemahkan volatilitas rupiah
A
A
A
Sindonews.com - Kendati krisis finansial yang terjadi di berbagai negara di kawasan Eropa terus terjadi, Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution mengaku tetap optimis fluktuasi nilai tukar rupiah tidak akan terdepresiasi terlalu dalam.
"Volatile itu tidak selalu berarti rupiah melemah," terang Darmin usai menghadiri rapat dengan Banggar DPR RI dan Menteri Keuangan di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Saat ini, Darmin menjelaskan, Eropa tengah berusaha untuk menyelesaikan krisis dengan cara menurunkan suku bunga. Tak hanya itu, pada rentang waktu bersamaan, Amerika melalui bank sentral Amerika, juga mulai melakukan langkah kuantitatif dengan melakukan easing atau kelonggaran kebijakan moneter konvensional.
"Sebentar lagi mereka rekap, semua itu hasilnya likuiditas bertambah. Kalau likuiditas bertambah di sana akan cari tempat mendapatkan gain yang lebih tinggi," ujar Darmin.
Namun demikian, sanggah Darmin, volatilitas rupiah bukan berarti melemah walaupun di triwulan III, nilai rupiah masih belum stabil. Pasalnya, rekapitulasi di Eropa masih belum selesai.
"Masih ada gejolak, tapi kuartal empat stabil dan arahnya gain akan masuk, karena Eropa ada penurunan peringkat bunga, dan rekapitulisasi," imbuh Darmin.
"Volatile itu tidak selalu berarti rupiah melemah," terang Darmin usai menghadiri rapat dengan Banggar DPR RI dan Menteri Keuangan di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
Saat ini, Darmin menjelaskan, Eropa tengah berusaha untuk menyelesaikan krisis dengan cara menurunkan suku bunga. Tak hanya itu, pada rentang waktu bersamaan, Amerika melalui bank sentral Amerika, juga mulai melakukan langkah kuantitatif dengan melakukan easing atau kelonggaran kebijakan moneter konvensional.
"Sebentar lagi mereka rekap, semua itu hasilnya likuiditas bertambah. Kalau likuiditas bertambah di sana akan cari tempat mendapatkan gain yang lebih tinggi," ujar Darmin.
Namun demikian, sanggah Darmin, volatilitas rupiah bukan berarti melemah walaupun di triwulan III, nilai rupiah masih belum stabil. Pasalnya, rekapitulasi di Eropa masih belum selesai.
"Masih ada gejolak, tapi kuartal empat stabil dan arahnya gain akan masuk, karena Eropa ada penurunan peringkat bunga, dan rekapitulisasi," imbuh Darmin.
(gpr)