Pembangunan sektor energi perlu kepastian
Kamis, 12 Juli 2012 - 11:50 WIB
Pembangunan sektor energi perlu kepastian
A
A
A
Sindonews.com - Kepastian pelaksanaan rencana pembangunan sektor energi perlu segera ditetapkan untuk mengoptimalkan berbagai sumber energi dalam negeri. Hal ini dimaksudkan agar target pembangunan sesuai jadwal dan komposisi yang telah direncanakan dalam kebijakan energi 2030.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Ferry J Juliantono, dalam sambutannya pada pembukaan acara Indonesia Energy & Coal Business Summit & Charity Golf Tournament dengan tema "Strategic Role of Government, Entrepreneur and Banking in Order to Create a Consuctive Energy & Mining Business" di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
"Dalam rangka menjamin pasokan energi nasional jangka panjang, perlu adanya pengembangan dan percepatan implementasi berbagai kebijakan dan strategi," ujarnya dalam pembukaan acara tersebut.
Hal tersebut, lanjut Ferry, adalah untuk pengoptimalan berbagai potensi sumber energi dalam negeri dan memanfaatkannya secara efisien dan berkelanjutan serta kepastian rencana pembangunan sektor energi sesuai jadwal dan komposisi yang telah direncanakan dalam kebijakan energi 2030.
Untuk itu, dirinya menambahkan, perlu adanya pengefektifan kegiatan pendukung baik di sisi usaha hulu maupun hilir. "Menghadapi tantangan dan target peningkatan produksi, perlu ada optimalisasi dan pengefektifan kegiatan-kegiatan pendukung, seperti penguasaan aplikasi teknologi di sisi hulu dan hilir," tambah Ferry.
Pada kesempatan tersebut dirinya menyimpulkan, untuk menciptakan pasar energi fosil dan nonfosil domestik perlu dukungan kebijakan yang konsisten dari pemerintah.
"Perlu dukungan kebijakan yang konsisten baik di pusat maupun daerah. Seperti insentif fiskal dan nonfiskal, pendanaan infrastruktur, serta ketersediaan cadangan dan bahan baku," imbuhnya.
Pandangan tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi dan Batubara Indonesia (Aspebindo) Ferry J Juliantono, dalam sambutannya pada pembukaan acara Indonesia Energy & Coal Business Summit & Charity Golf Tournament dengan tema "Strategic Role of Government, Entrepreneur and Banking in Order to Create a Consuctive Energy & Mining Business" di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
"Dalam rangka menjamin pasokan energi nasional jangka panjang, perlu adanya pengembangan dan percepatan implementasi berbagai kebijakan dan strategi," ujarnya dalam pembukaan acara tersebut.
Hal tersebut, lanjut Ferry, adalah untuk pengoptimalan berbagai potensi sumber energi dalam negeri dan memanfaatkannya secara efisien dan berkelanjutan serta kepastian rencana pembangunan sektor energi sesuai jadwal dan komposisi yang telah direncanakan dalam kebijakan energi 2030.
Untuk itu, dirinya menambahkan, perlu adanya pengefektifan kegiatan pendukung baik di sisi usaha hulu maupun hilir. "Menghadapi tantangan dan target peningkatan produksi, perlu ada optimalisasi dan pengefektifan kegiatan-kegiatan pendukung, seperti penguasaan aplikasi teknologi di sisi hulu dan hilir," tambah Ferry.
Pada kesempatan tersebut dirinya menyimpulkan, untuk menciptakan pasar energi fosil dan nonfosil domestik perlu dukungan kebijakan yang konsisten dari pemerintah.
"Perlu dukungan kebijakan yang konsisten baik di pusat maupun daerah. Seperti insentif fiskal dan nonfiskal, pendanaan infrastruktur, serta ketersediaan cadangan dan bahan baku," imbuhnya.
(and)
Lihat Juga :