AS cabut larangan investasi untuk Myanmar
Kamis, 12 Juli 2012 - 13:21 WIB
AS cabut larangan investasi untuk Myanmar
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama mengumumkan pencabutan saksi investasi terhadap Myamar. Perusahaan Amerika kini bisa menanamkan modal dan berbisnis di Myamar.
Obama mengatakan, pengurangan sanksi bagi dunia investasi di Myanmar merupakan bentuk dukungan pemerintah AS terhadap upaya reformasi politik yang dilakukan Myamar. Langkah ini diharapkan akan mendatangkan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi di Myanmar.
"Semua perusahaan yang akan beroperasi di Myanmar diminta membuat laporan tentang semua kegiatan perusahaan sesuai dengan standar tata kelola perusahaan," ungkap Obama seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Kamis (12/7/2012).
Meski begitu, dalam kesempatan tersebut Obama juga mengingatkan perusahaan AS yang berniat bisnis di Myamar, bahwa kondisi bisnis di Myanmar masih kurang transparan. Pengurangangan sanksi investasi bagi Myanmar merupakan lampu hijau bagi perusahaan gas dan minyak bumi AS untuk mulai berinvestasi di Myanmar.
Sebelumnya, Presiden Myanmar, Thein Sein mengatakan, pencabutan sanksi keuangan dan berbagai bentuk sanksi ekonomi lainnya sangat penting bagi Myanmar karena saat ini Myanmar sangat membutuhkan perdagangan dan juga investasi.
Obama mengatakan, pengurangan sanksi bagi dunia investasi di Myanmar merupakan bentuk dukungan pemerintah AS terhadap upaya reformasi politik yang dilakukan Myamar. Langkah ini diharapkan akan mendatangkan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi di Myanmar.
"Semua perusahaan yang akan beroperasi di Myanmar diminta membuat laporan tentang semua kegiatan perusahaan sesuai dengan standar tata kelola perusahaan," ungkap Obama seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Kamis (12/7/2012).
Meski begitu, dalam kesempatan tersebut Obama juga mengingatkan perusahaan AS yang berniat bisnis di Myamar, bahwa kondisi bisnis di Myanmar masih kurang transparan. Pengurangangan sanksi investasi bagi Myanmar merupakan lampu hijau bagi perusahaan gas dan minyak bumi AS untuk mulai berinvestasi di Myanmar.
Sebelumnya, Presiden Myanmar, Thein Sein mengatakan, pencabutan sanksi keuangan dan berbagai bentuk sanksi ekonomi lainnya sangat penting bagi Myanmar karena saat ini Myanmar sangat membutuhkan perdagangan dan juga investasi.
(gpr)
Lihat Juga :