Bank Dunia: Kemiskinan di Myanmar Makin Parah, Ekonomi Stagnan

Rabu, 12 Juni 2024 - 14:17 WIB
loading...
Bank Dunia: Kemiskinan...
Bank Dunia menyebut konflik membuat ekonomi stagnan dan kemiskinan di Myanmar semakin parah. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bank Dunia menyebut kemiskinan di Myanmar makin meluas daripada sebelumnya dalam enam tahun terakhir. Sementara, pertumbuhan ekonomi di negara yang dilanda konflik itu kemungkinan akan tetap pada angka 1% pada tahun fiskal ini dengan sedikit harapan.

Meningkatnya kekerasan, kekurangan tenaga kerja, dan depresiasi mata uang telah mempersulit kegiatan bisnis di negara tersebut. Bank Dunia dalam laporannya tentang negara Asia Tenggara tersebut menyatakan Myanmar telah mengalami kekacauan politik dan ekonomi sejak kudeta militer tahun 2021 yang mengakhiri satu dekade reformasi demokrasi dan ekonomi yang tentatif.

Baca Juga: Jabat Komisaris MIND ID, Segini Gaji dan Tunjangan Grace Natalie

Pada bulan Desember, Bank Dunia telah memproyeksikan ekonomi Myanmar akan tumbuh sekitar 2% selama tahun fiskal berjalan, setelah memperkirakan pertumbuhan PDB sebesar 1% pada tahun yang berakhir pada Maret 2024.

"Revisi ke bawah dalam proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2024/25 sebagian besar disebabkan oleh persistensi inflasi tinggi dan kendala akses terhadap tenaga kerja, valuta asing, dan listrik, yang semuanya kemungkinan akan berdampak lebih besar pada aktivitas daripada yang diperkirakan sebelumnya," kata Bank Dunia dalam sebuah laporan yang dikutip Reuters, Rabu (12/6/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Terancam Bangkrut? 27...
Terancam Bangkrut? 27 Negara Panik Amankan Dana Darurat Bank Dunia
Dunia Siaga! Bank Dunia...
Dunia Siaga! Bank Dunia Peringatkan Guncangan Pasokan Energi Terparah dalam Sejarah Resmi Dimulai
Bos Bank Dunia Peringatkan...
Bos Bank Dunia Peringatkan Dampak Ngeri Penutupan Selat Hormuz: Ekonomi Global Tak Pulih Instan
Purbaya Sebut Bank Dunia...
Purbaya Sebut Bank Dunia Lakukan Dosa Besar dan Salah Hitung
Bank Dunia: Ketidakpastian...
Bank Dunia: Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Ekonomi Asia Dibanding Tarif Trump
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
Mensos: Sekolah Rakyat...
Mensos: Sekolah Rakyat Bagian dari Strategi Besar Pengentasan Kemiskinan
Rekomendasi
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
129 Sampul Paspor Bekas...
129 Sampul Paspor Bekas Jemaah Haji Ditemukan Tercecer di Serpong, Imigrasi: Dokumen Lama
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Berita Terkini
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved