Sri Mulyani: Pemerintah harus hati-hati ambil kebijakan
Kamis, 12 Juli 2012 - 14:44 WIB
Sri Mulyani: Pemerintah harus hati-hati ambil kebijakan
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati menyarankan agar pemerintah Indonesia agar lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan ekonomi. Apalagi di saat krisis global yang melanda dunia dan berdampak buruk pada negara-negara berkembang.
Indonesia, menurutnya, dengan kekuatan penuh juga tidak akan bisa menghindar dari krisis global tersebut. "Dalam pengambilan kebijakan moneter, memang harus hati-hati saat ini. Tidak bisa langsung kasih obat dan sembuh, karena ada tahapannya," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Dirinya menambahkan, agar pemerintah harus memulai dari koordinasi para pembuat kebijakan yang sebelumnya diniliai tidak efektif. Selain itu, mantan Menteri Keuangan RI itu juga menyinggung sedikit tentang pengaruh politik dalam sebuah negara. Pasalnya, dimanapun itu, menurutnya, politik memiliki peran yang cukup penting dalam pengambilan keputusan.
"Di semua negara dengan berbagai sistem yang ada, apalagi pada sistem demokrasi, politik akan selalu ada kaitan dengan ekonomi dalam pengambilan kebijakannya," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, hari ini Sri Mulyani kembali menyambangi Indonesia untuk membahas perkembangan perekonomian dunia yang masih fluktuatif.
Dalam kunjungannya, Sri Mulyani berdiskusi di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak pukul 10.30 WIB. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, Kepala BKPM Chatib Basri, Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Sofyan Wanandi juga dijadwalkan hadir dan menjadi pembicara dalam diskusi panel yang mengambil tema "Rising in A More Volatile Global Environment, Meeting Near-term Challenges Reinforcing Future Prospect".
Indonesia, menurutnya, dengan kekuatan penuh juga tidak akan bisa menghindar dari krisis global tersebut. "Dalam pengambilan kebijakan moneter, memang harus hati-hati saat ini. Tidak bisa langsung kasih obat dan sembuh, karena ada tahapannya," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Dirinya menambahkan, agar pemerintah harus memulai dari koordinasi para pembuat kebijakan yang sebelumnya diniliai tidak efektif. Selain itu, mantan Menteri Keuangan RI itu juga menyinggung sedikit tentang pengaruh politik dalam sebuah negara. Pasalnya, dimanapun itu, menurutnya, politik memiliki peran yang cukup penting dalam pengambilan keputusan.
"Di semua negara dengan berbagai sistem yang ada, apalagi pada sistem demokrasi, politik akan selalu ada kaitan dengan ekonomi dalam pengambilan kebijakannya," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, hari ini Sri Mulyani kembali menyambangi Indonesia untuk membahas perkembangan perekonomian dunia yang masih fluktuatif.
Dalam kunjungannya, Sri Mulyani berdiskusi di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sejak pukul 10.30 WIB. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, Kepala BKPM Chatib Basri, Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Sofyan Wanandi juga dijadwalkan hadir dan menjadi pembicara dalam diskusi panel yang mengambil tema "Rising in A More Volatile Global Environment, Meeting Near-term Challenges Reinforcing Future Prospect".
(gpr)
Lihat Juga :