Sri Mulyani: RI harus pintar belanjakan uang
Kamis, 12 Juli 2012 - 15:24 WIB
Sri Mulyani: RI harus pintar belanjakan uang
A
A
A
Sindonews.com - Bank Dunia mengingatkan Indonesia agar segera mempersiapkan rencana kebijakan fiskal sebelum krisis global semakin parah. Langkah-langkah seperti belanja negara untuk mendukung ekonomi dan melindungi masyarakat miskin, seharusnya dapat dimulai dari sekarang.
Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembelanjaan yang dilakukan pun harus juga terkualifikasi dengan benar. Agar uang yang tersedia juga tidak terbuang percuma. "Indonesia harus punya kualifikasi dalam membelanjakan uang," ujarnya kepada wartawan di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Prediksi Bank Dunia, menuju 2013 proyeksi baseline untuk pertumbuhan adalah 6,4 persen. Akan tetapi, jika krisis global semakin parah, maka dapat menekan pertumbuhan turun ke sekitar empat persen.
Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle menjelaskan, gejolak pasar keuangan internasional tampaknya akan terus berlanjut dalam jangka pendek. "Meningkatkan kesiapan menghadapi krisis harus menjadi prioritas kebijakan," ucapnya.
Dirinya melanjutkan, langkah-langkah kebijakan dalam perdagangan belakangan ini terkait pembatasan impor cukup mengkhawatirkan pasar. Kejelasan dan konsistensi kebijakan juga nantinya dapat meningkatkan kepercayaan investor. "Sepertinya akan membawa risiko mengirimkan signal yang tidak seragam tentang reformasi," pungkasnya.
Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembelanjaan yang dilakukan pun harus juga terkualifikasi dengan benar. Agar uang yang tersedia juga tidak terbuang percuma. "Indonesia harus punya kualifikasi dalam membelanjakan uang," ujarnya kepada wartawan di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Prediksi Bank Dunia, menuju 2013 proyeksi baseline untuk pertumbuhan adalah 6,4 persen. Akan tetapi, jika krisis global semakin parah, maka dapat menekan pertumbuhan turun ke sekitar empat persen.
Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle menjelaskan, gejolak pasar keuangan internasional tampaknya akan terus berlanjut dalam jangka pendek. "Meningkatkan kesiapan menghadapi krisis harus menjadi prioritas kebijakan," ucapnya.
Dirinya melanjutkan, langkah-langkah kebijakan dalam perdagangan belakangan ini terkait pembatasan impor cukup mengkhawatirkan pasar. Kejelasan dan konsistensi kebijakan juga nantinya dapat meningkatkan kepercayaan investor. "Sepertinya akan membawa risiko mengirimkan signal yang tidak seragam tentang reformasi," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :