2014, Peugeot pangkas 8.000 karyawan
Kamis, 12 Juli 2012 - 17:51 WIB
2014, Peugeot pangkas 8.000 karyawan
A
A
A
Sindonews.com - Produsen mobil kenamaan, Peugeot Citroen, berencana mengurangi 8.000 karyawan dan menutup pabrik perakitan mobilnya di luar Prancis, menyusul meningkatnya jumlah kerugian perusahaan pabrik mobil asal Prancis ini.
Peugeot memutuskan menghentikan operasi pabrik Aulnay di dekat Paris pada 2014 mendatang. Pabrik ini mempekerjakan 3.000 karyawan. Sementara itu, sebanyak 5.600 karyawan di Rennes, Prancis barat akan dikurangi hingga jumlahnya mencapai 1.400 orang. Selain itu, 3.600 pekerja Peugeot di seluruh Prancis akan kehilangan pekerjaan mereka.
Pemotongan ini merupakan langkah pengehematan Peugeot ditengah krisis ekonomi Eropa. Pekan lalu angka penjualan mobil Peugeot di pasar Eropa turun 13 persen pada babak pertama. Peugeot, Phillipe Varin mengatakan, perusahaanya kini berada dalam situasi serius.
"Saya paham betul seberapa serius pengumuman ini, perasaan kecewa dan emosi pasti merebak di perusahaan ini," ungkap Varin seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Kamis (12/7/2012).
"Krisis ini terlalu dalam dan serius, reorganisasi peruhaan saat ini sangat diperlukan. Mereka yang kehilangan pekerjaan nantinya akan dibantu mencari pekerjaan baru," imbuhnya.
Varin mengatakan, setengah dari pekerja di pabrik Aulnay telah mendapat penawaran bekerja di pabrik Peugeot Poissy di Paris. Pabrik Peugeot saat ini hanya mengoperasikan 76 persen dari potensi produksinya.
Dari sisi pemasaran, penjualan mobil unit kecil hanya mempu menembus pasaran 46 persen. Angka yang lebih buruk dibanding rata-rata penjualan perusahaan lain di pasaran.
Varin berharap kerugian yang diderita Peugeot pada semester pertama dapat kembali pada titik impas pada akhir 2014 mendatang.
Sebelumnya, di awal tahun Peugeot telah mengambil langkah penghematan sebesar 1 miliar euro, jumlah ini didapat dengan keputusan memberhentikan 6.000 karyawan mereka.
Peugeot mengatakan, keputusan yang mereka ambil saat ini tidak akan menimbulkan efek langsung hari. Dampak dari keputusan ini akan terasa pada 2014 nanti. Sementara itu, perserikatan pekerja Peugeot mengatakan pengumuman ini merupakan deklarasi perang dan gempa bumi.
Sementara itu, Menteri Sosial Prancis mengatakan tindakan Peugeot tidak dapat diterima karena tentunya akan menambah pengangguan ditengah beban krisis yang melanda Eropa.
Peugeot memutuskan menghentikan operasi pabrik Aulnay di dekat Paris pada 2014 mendatang. Pabrik ini mempekerjakan 3.000 karyawan. Sementara itu, sebanyak 5.600 karyawan di Rennes, Prancis barat akan dikurangi hingga jumlahnya mencapai 1.400 orang. Selain itu, 3.600 pekerja Peugeot di seluruh Prancis akan kehilangan pekerjaan mereka.
Pemotongan ini merupakan langkah pengehematan Peugeot ditengah krisis ekonomi Eropa. Pekan lalu angka penjualan mobil Peugeot di pasar Eropa turun 13 persen pada babak pertama. Peugeot, Phillipe Varin mengatakan, perusahaanya kini berada dalam situasi serius.
"Saya paham betul seberapa serius pengumuman ini, perasaan kecewa dan emosi pasti merebak di perusahaan ini," ungkap Varin seperti diberitakan dalam BBC.co.uk, Kamis (12/7/2012).
"Krisis ini terlalu dalam dan serius, reorganisasi peruhaan saat ini sangat diperlukan. Mereka yang kehilangan pekerjaan nantinya akan dibantu mencari pekerjaan baru," imbuhnya.
Varin mengatakan, setengah dari pekerja di pabrik Aulnay telah mendapat penawaran bekerja di pabrik Peugeot Poissy di Paris. Pabrik Peugeot saat ini hanya mengoperasikan 76 persen dari potensi produksinya.
Dari sisi pemasaran, penjualan mobil unit kecil hanya mempu menembus pasaran 46 persen. Angka yang lebih buruk dibanding rata-rata penjualan perusahaan lain di pasaran.
Varin berharap kerugian yang diderita Peugeot pada semester pertama dapat kembali pada titik impas pada akhir 2014 mendatang.
Sebelumnya, di awal tahun Peugeot telah mengambil langkah penghematan sebesar 1 miliar euro, jumlah ini didapat dengan keputusan memberhentikan 6.000 karyawan mereka.
Peugeot mengatakan, keputusan yang mereka ambil saat ini tidak akan menimbulkan efek langsung hari. Dampak dari keputusan ini akan terasa pada 2014 nanti. Sementara itu, perserikatan pekerja Peugeot mengatakan pengumuman ini merupakan deklarasi perang dan gempa bumi.
Sementara itu, Menteri Sosial Prancis mengatakan tindakan Peugeot tidak dapat diterima karena tentunya akan menambah pengangguan ditengah beban krisis yang melanda Eropa.
(and)
Lihat Juga :