Defisit perdagangan hanya kemungkinan terburuk
Jum'at, 13 Juli 2012 - 16:56 WIB
Defisit perdagangan hanya kemungkinan terburuk
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krismurti menilai perkiraan Bank Indonesia (BI) terkait defisit neraca perdagangan pada triwulan II 2012 memiliki range yang cukup besar.
Sehingga, jika dikatakan angka defisit transaksi berjalan di triwulan II-2012 diperkirakan lebih besar dibandingkan defisit di triwulan sebelumnya, menurutnya adalah perkiraan terburuk.
"BI buat range yang cukup lebar, yang disebut menurun itu pada sisi buruknya, sisi optimisme kita akan naik," ungkap Bayu kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Selain dominasi impor bahan baku dan penolong sebelumnya yang dapat menambah ekspor di bulan mendatang, kesiapan stok konsumsi pada beberapa industri juga sangat berpengaruh. Bayu menuturkan, pada bulan Mei dan Juni diketahui stok konsumsi dalam negeri menumpuk.
"Jadi bisa dipergunakan untuk bulan Ramadan dan Lebaran dan peningkatan impor untuk dalam negeri dapat dikurangi," jelas Bayu.
Persoalan ini, menurutnya, dapat diambil dari dua sisi. Dirinya mengambil sisi optimis ditengah kemungkinan terburuk dari krisis global yang sedang terjadi.
"Tidak berarti optimis itu membuat kita berjaga-jaga kalau tiba-tiba nantinya jadi pesimis gara-gara semakin buruknya ekonomi global,"ucapnya.
Sehingga, jika dikatakan angka defisit transaksi berjalan di triwulan II-2012 diperkirakan lebih besar dibandingkan defisit di triwulan sebelumnya, menurutnya adalah perkiraan terburuk.
"BI buat range yang cukup lebar, yang disebut menurun itu pada sisi buruknya, sisi optimisme kita akan naik," ungkap Bayu kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (13/7/2012).
Selain dominasi impor bahan baku dan penolong sebelumnya yang dapat menambah ekspor di bulan mendatang, kesiapan stok konsumsi pada beberapa industri juga sangat berpengaruh. Bayu menuturkan, pada bulan Mei dan Juni diketahui stok konsumsi dalam negeri menumpuk.
"Jadi bisa dipergunakan untuk bulan Ramadan dan Lebaran dan peningkatan impor untuk dalam negeri dapat dikurangi," jelas Bayu.
Persoalan ini, menurutnya, dapat diambil dari dua sisi. Dirinya mengambil sisi optimis ditengah kemungkinan terburuk dari krisis global yang sedang terjadi.
"Tidak berarti optimis itu membuat kita berjaga-jaga kalau tiba-tiba nantinya jadi pesimis gara-gara semakin buruknya ekonomi global,"ucapnya.
(and)
Lihat Juga :