Sebelum reposisi, PGN minta infrastruktur diperbaiki

Jum'at, 13 Juli 2012 - 18:47 WIB
Sebelum reposisi, PGN...
Sebelum reposisi, PGN minta infrastruktur diperbaiki
A A A
Sindonews.com - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengutarakan, reposisi atau pemisahan fungsi usaha PGN antara trader dengan transporter justru akan menaikkan harga jual gas ke industri.

"Kalau ada reposisi berarti rantai distribusi dari hilir ke hulu jadi lebih panjang, maka harga di sektor hilir akan semakin besar," kata Heri kepada wartawan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (13/7/2012).

Sebelum direposisi, kata Heri, komponen harga gas untuk hilir hanyalah harga hulu ditambah toll fee ditambah distribution cost. Sementara dengan adanya reposisi maka komponen harga gas di hilir akan ditambah dengan komponenbaru yaitu margin niaga dari para trader (pengusaha niaga/pedagang). "Dengan adanya reposisi, maka akan ada komponen baru yaitu margin niaga," tegasnya.

Kendati demikian, diakui pihaknya tidak menolak adanya reposisi tersebut. Hanya saja dirinya mengharapkan agar penerapan reposisi tersebut dilakukan bila infrastruktur penunjang dalam hal ini pipa gas, telah terbangun dengan sempurna. Sehingga jika ada kenikan harga gas yang tak terelakkan, kenaikan harga tersebut bisa ditanggung bersama dari hulu hingga hilir.

"Kita tidak menolak reposisi, namun sebaiknya reposisi tersebut dilakukan setelah semua infrastruktur terbangun dengan baik," lanjut Heri.

Untuk itu, diakui pihaknya telah mengirim surat kepada Dirjen Migas yang menyatakan PGN meminta waktu untuk melakukan reposisi seperti tertera pada Peraturan Pemerintah No 19 yang menyatakan PGN harus memisahkan peran transporter dan trader dalam jangka waktu 2 tahun setelah Permen keluar.

"Surat itu untuk menyampaikan kita mohon diberi waktu karena PGN masih ingin membangun infrastruktur pipa gas di seluruh Indonesia," terangnya.

Untuk membangun pipa gas, kata Heri membutuhkan waktu hingga 10 tahun. "Untuk membangun pipa South Sumatra West Java (SSWJ) sepanjang 1.000 kilometer membutuhkan waktu lima tahun. Sehingga untuk membangun pipa di seluruh Jawa maka membutuhkan waktu hingga 10 tahun," contohnya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovasi Pemasaran, PGN...
Inovasi Pemasaran, PGN Gencarkan Strategi Omnichannel
Dukungan Penuh Pemerintah...
Dukungan Penuh Pemerintah dalam Penguatan Pasokan Gas di Sebagian Jabar dan Sumatera
Dapat Gas Murah dari...
Dapat Gas Murah dari PGN, Baja Krakatau Steel Bakal Kompetitif
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan...
Kolaborasi PGN-MRT Menegaskan Komitmen Menuju Energi Bersih
Pengumuman, PGN Akan...
Pengumuman, PGN Akan Berubah Nama Jadi Pertamina Gas Negara
Komitmen PGN Pasok Gas...
Komitmen PGN Pasok Gas Bumi untuk Kelistrikan Secara Berkelanjutan
Berita Terkini
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
41 menit yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
1 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
2 jam yang lalu
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
2 jam yang lalu
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
3 jam yang lalu
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
14 jam yang lalu
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved