Makanan Indonesia laris manis di IFT 2012
Minggu, 15 Juli 2012 - 17:52 WIB
Makanan Indonesia laris manis di IFT 2012
A
A
A
Sindonews.com - Langkah promosi produk Indonesia ke luar negeri sepertinya sudah mulai membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Terlihat pada pameran Internasional Food Taipei 2012 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, tercatat penjualan produk Indonesia mencapai USD343.967.
Seperti yang diketahui, acara ini tidak hanya sebagai pameran industri makanan terbesar di Taiwan, namun ajang ini juga merupakan pameran industri makanan yang pertama di kawasan Asia.
“Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini dimaksudkan agar perusahaan Indonesia dapat mempromosikan produk-produknya dan memperluas pangsa pasar internasional, meningkatkan nilai ekspor produk Indonesia ke negara Taiwan khususnya, serta menjajaki peluang terjadinya kerja sama bisnis,” kata Direktur Promosi dan Citra, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Pradnyawati dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/7/2012).
Produk andalan Indonesia dalam pameran tersebut, di antaranya makanan ringan, coklat, jelly, nata de coco, kue lapis, cabe olahan, teh, sari temulawak, dan jamu herbal. Sedangkan perusahaan pendukung, ada 9 perusahaan Indonesia yang sudah memiliki reputasi dalam industri makanan di Indonesia maupun internasional, yaitu PT Garuda Food Putra Putri Jaya, PT Nyonya Meneer, PT Niramas Utama, PT BT Cocoa, PT Forisa Nusapersada, PT Sinar Sosro, PT Helmigs, PT Marizarasa Sarimurni dan CV Dua Banteng.
"Pada pameran ini, Paviliun Indonesia yang bertemakan 'Remarkable Indonesia' dan dikunjungi oleh sekitar 2.000 pengunjung yang merupakan buyer potensial dari domestik maupun internasional. Dari buyer potensial ini, terdapat sekitar 40 perusahaan yang tertarik untuk menjajaki peluang bisnis dengan perusahaan eksportir Indonesia," tambahnya.
Dari sisi pembeli, rata-rata buyer internasional menunjukkan minat yang besar untuk melakukan kerja sama bisnis B to B dengan pengusaha Indonesia dan berkeinginan untuk melakukan pemesanan trial order. Selain itu, para buyer internasional yang berasal dari Taiwan, China, Hong Kong, Singapura, Filipina, Jerman, USA, Guatemala, dan Nigeria sangat menggemari produk-produk yang berasal dari alam berupa produk makanan dan minuman kesehatan seperti temulawak, lidah buaya, dan produk herbal.
"Para buyer juga menanyakan beberapa isu penting seputar jalur distribusi, komposisi bahan dalam makanan & minuman, bentuk kemasan yang simpel dan tidak berat, dan perihal harga jual produk yang disesuaikan dengan harga pasar di negara mereka," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, acara ini tidak hanya sebagai pameran industri makanan terbesar di Taiwan, namun ajang ini juga merupakan pameran industri makanan yang pertama di kawasan Asia.
“Keikutsertaan Indonesia pada pameran ini dimaksudkan agar perusahaan Indonesia dapat mempromosikan produk-produknya dan memperluas pangsa pasar internasional, meningkatkan nilai ekspor produk Indonesia ke negara Taiwan khususnya, serta menjajaki peluang terjadinya kerja sama bisnis,” kata Direktur Promosi dan Citra, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, Kementerian Perdagangan, Pradnyawati dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/7/2012).
Produk andalan Indonesia dalam pameran tersebut, di antaranya makanan ringan, coklat, jelly, nata de coco, kue lapis, cabe olahan, teh, sari temulawak, dan jamu herbal. Sedangkan perusahaan pendukung, ada 9 perusahaan Indonesia yang sudah memiliki reputasi dalam industri makanan di Indonesia maupun internasional, yaitu PT Garuda Food Putra Putri Jaya, PT Nyonya Meneer, PT Niramas Utama, PT BT Cocoa, PT Forisa Nusapersada, PT Sinar Sosro, PT Helmigs, PT Marizarasa Sarimurni dan CV Dua Banteng.
"Pada pameran ini, Paviliun Indonesia yang bertemakan 'Remarkable Indonesia' dan dikunjungi oleh sekitar 2.000 pengunjung yang merupakan buyer potensial dari domestik maupun internasional. Dari buyer potensial ini, terdapat sekitar 40 perusahaan yang tertarik untuk menjajaki peluang bisnis dengan perusahaan eksportir Indonesia," tambahnya.
Dari sisi pembeli, rata-rata buyer internasional menunjukkan minat yang besar untuk melakukan kerja sama bisnis B to B dengan pengusaha Indonesia dan berkeinginan untuk melakukan pemesanan trial order. Selain itu, para buyer internasional yang berasal dari Taiwan, China, Hong Kong, Singapura, Filipina, Jerman, USA, Guatemala, dan Nigeria sangat menggemari produk-produk yang berasal dari alam berupa produk makanan dan minuman kesehatan seperti temulawak, lidah buaya, dan produk herbal.
"Para buyer juga menanyakan beberapa isu penting seputar jalur distribusi, komposisi bahan dalam makanan & minuman, bentuk kemasan yang simpel dan tidak berat, dan perihal harga jual produk yang disesuaikan dengan harga pasar di negara mereka," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :