Investor didorong tancapkan modal di sektor listrik
Senin, 16 Juli 2012 - 14:21 WIB
Investor didorong tancapkan modal di sektor listrik
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah terus berupaya untuk menggaet investor untuk menancapkan modalnya di sektor listrik. Walaupun dengan peralihan ke pembangkit dengan jenis non Bahan Bakar Minyak (BBM), akan tetapi harga beli listrik dipastikan lebih mahal.
"Jadi ini yang kami dorong dengan aturan-aturan harga beli listrik yang lebih mahal sehingga dari yang lama tapi tetap jauh lebih murah dari BBM. Itu yang sedang dilakukan," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (16/7/2012).
Dirinya menambahkan, dengan cara tersebut menguntungkan dari dua sisi. Baik dari penghematan BBM dan yang kedua adalah pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk pembangkit listrik.
Kebutuhan akan listrik, lanjut Jero, dari waktu akan terus meningkat di Indonesia. Apalagi seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang juga ikut meningkat. Maka dari itu pembangunan akan pembangkit listrik pun juga harus jadi prioritas. Agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
"Konsekuensi logis pertumbuhan akan memerlukan listrik banyak, karena itu maka pembangkitan listrik didorong lebih cepat dan lebih murah," jelasnya.
"Jadi ini yang kami dorong dengan aturan-aturan harga beli listrik yang lebih mahal sehingga dari yang lama tapi tetap jauh lebih murah dari BBM. Itu yang sedang dilakukan," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Senin (16/7/2012).
Dirinya menambahkan, dengan cara tersebut menguntungkan dari dua sisi. Baik dari penghematan BBM dan yang kedua adalah pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk pembangkit listrik.
Kebutuhan akan listrik, lanjut Jero, dari waktu akan terus meningkat di Indonesia. Apalagi seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang juga ikut meningkat. Maka dari itu pembangunan akan pembangkit listrik pun juga harus jadi prioritas. Agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
"Konsekuensi logis pertumbuhan akan memerlukan listrik banyak, karena itu maka pembangkitan listrik didorong lebih cepat dan lebih murah," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :