Pelindo II dorong JICT 2 jadi terminal internasional
Senin, 16 Juli 2012 - 19:31 WIB
Pelindo II dorong JICT 2 jadi terminal internasional
A
A
A
Sindonews.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II (Persero) tengah mendorong pengoperasian terminal Jakarta International Container Terminal (JICT) 2 yang saat ini berada dalam kondisi siap menjadi terminal internasional.
"Sebagai salah satu pemegang saham di JICT, kami terus mendorong JICT 2 untuk beroperasi maksimal sebagai terminal internasional," ujar Presiden Direktur PT Pelindo II, RJ Lino dalam acara press conference tentang Kinerja IPC semester I/2012 dan Langkah Lanjutan Untuk Meningkatkan Layanan Kepelabuhan di Harum Manis Restaurant Pavilion Apartement-Retail Arcade, Jl. KH Mas Mansyur Kav. 24, Jakarta, Senin (16/7/2012).
Hal ini, kata RJ, dilakukan di antaranya dengan memperdalam kolam dari -8 meter Low Water Spring (LWS)menjadi -12 meter LWS untuk menjadikan area tersebut sebagai terminal bongkar muat kegiatan ekspor impor yang lebih baik.
Sementara, terkait layanan bongkar muat sendiri, Bank Dunia mencatat, kenaikan efisiensi pengapalan internasional dari angka 2,28 menjadi 2,97 dengan efektivitas waktu logistik dari 3,46 ke 3,61. Sedangkan untuk logistic performance index (LPI) 2012 yang dirilis Bank Dunia, pada tahun ini Indonesia berhasil naik ke peringkat 59 dari posisi 75 di tahun 2010.
Kenaikan tertinggi terdapat di area soft infrastructure meliputi logistic handler dan tracking and tracing oleh pemilik barang. Indikator kompetensi logistic hendler meningkat dari 2,47 pada 2010 menjadi 2,85 pada 2012, sedangkan tracking and tracing naik dari 2,77 menjadi 3,12.
"Sebagai bagian dari transformasi perusahaan, kami tengah memulai implementasi sistem tracking and tracing di pelabuhan yang kami kelola. Sistem ini memudahkan pemilik barang dalam mengetahui informasi pengurusan barang secara real time dan mengefisienkan sistem logistik di Indonesia," papar Direktur Personalia dan Umum IPC, Cipto Pramono dalam kesempatan yang sama.
"Sebagai salah satu pemegang saham di JICT, kami terus mendorong JICT 2 untuk beroperasi maksimal sebagai terminal internasional," ujar Presiden Direktur PT Pelindo II, RJ Lino dalam acara press conference tentang Kinerja IPC semester I/2012 dan Langkah Lanjutan Untuk Meningkatkan Layanan Kepelabuhan di Harum Manis Restaurant Pavilion Apartement-Retail Arcade, Jl. KH Mas Mansyur Kav. 24, Jakarta, Senin (16/7/2012).
Hal ini, kata RJ, dilakukan di antaranya dengan memperdalam kolam dari -8 meter Low Water Spring (LWS)menjadi -12 meter LWS untuk menjadikan area tersebut sebagai terminal bongkar muat kegiatan ekspor impor yang lebih baik.
Sementara, terkait layanan bongkar muat sendiri, Bank Dunia mencatat, kenaikan efisiensi pengapalan internasional dari angka 2,28 menjadi 2,97 dengan efektivitas waktu logistik dari 3,46 ke 3,61. Sedangkan untuk logistic performance index (LPI) 2012 yang dirilis Bank Dunia, pada tahun ini Indonesia berhasil naik ke peringkat 59 dari posisi 75 di tahun 2010.
Kenaikan tertinggi terdapat di area soft infrastructure meliputi logistic handler dan tracking and tracing oleh pemilik barang. Indikator kompetensi logistic hendler meningkat dari 2,47 pada 2010 menjadi 2,85 pada 2012, sedangkan tracking and tracing naik dari 2,77 menjadi 3,12.
"Sebagai bagian dari transformasi perusahaan, kami tengah memulai implementasi sistem tracking and tracing di pelabuhan yang kami kelola. Sistem ini memudahkan pemilik barang dalam mengetahui informasi pengurusan barang secara real time dan mengefisienkan sistem logistik di Indonesia," papar Direktur Personalia dan Umum IPC, Cipto Pramono dalam kesempatan yang sama.
(gpr)
Lihat Juga :