Asuransi Aviva gandeng DBS luncurkan Global Health
Selasa, 17 Juli 2012 - 11:39 WIB
Asuransi Aviva gandeng DBS luncurkan Global Health
A
A
A
Sindonews.com - PT Asuransi Aviva Indonesia (Aviva) bekerja sama dengan PT Bank DBS Indonesia meluncurkan produk baru asuransi kesehatan premium “Global Health”.
Produk tersebut membidik orang Indonesia yang gemar bepergian ke luar negeri dan orang asing yang tidak tinggal di negaranya.
Vice President Director Aviva Indonesia Albert Wanandi mengaku, perseroan melihat pasar yang cukup besar untuk produknya tersebut. ”Dari data asosiasi agen perjalanan Indonesia terlihat jumlah penduduk Indonesia yang bepergian ke luar negeri meningkat secara stabil sebesar 20 persen hingga mencapai 7 juta orang tahun lalu,” ujar dia di Jakarta, Senin 16 Juli 2012.
Dia menjelaskan, dengan premi mulai dari USD1.360 per tahun, nasabah memiliki kesempatan untuk mendapatkan layanan perawatan medis, pertanggungan penyakit kronis, pengobatan alternatif, manfaat persalinan, layanan dokter, rumah sakit,serta perawatan premium lain.
Menurut Albert, produk tersebut terbagi atas tiga plan dengan manfaat berbeda dan dapat dipilih sesuai kebutuhan nasabah yaitu Classic dengan batas pertanggungan hingga USD1 juta atau ekuivalen dengan Rp8,5 miliar; Supreme dengan manfaat rawat inap,rawat jalan dan persalinan dengan batas pertanggungan USD1,6 juta atau setara dengan Rp13,6 miliar; dan Elite untuk manfaat premium rawat inap, rawat jalan dan persalinan dengan batas pertanggungan sebesar USD2 juta atau setara dengan Rp17 miliar.
“Memang dari premi terlihat cukup mahal,tapi banyak benefityang bisa didapatkan,” ujar dia.
Sementara, Head of Consumer Banking DBS Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, kerja sama dengan Aviva merupakanyangkedua. Tahun2011lalu DBS Indonesia telah memasarkan produk unitlink Aviva yaitu Aviva Premier.
Dia mengatakan, dari dua produk yang dipasarkan tersebut, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp100 miliar.”Fee based incomenya cukup signifikan dalam membantu pertumbuhan fee based incomekita,” kata dia.
Albert menambahkan, perseroan telah bekerja sama dengan 15 bank lain dalam memasarkan berbagai produk yang dimilikinya. Namun untuk produk Global Health, Aviva baru bekerja sama dengan DBS.
Tahun ini perseroan menargetkan dapat tumbuh 25 persen dari tahun lalu yang tercatat meraup pendapatan premi sebesar Rp811 miliar.
Produk tersebut membidik orang Indonesia yang gemar bepergian ke luar negeri dan orang asing yang tidak tinggal di negaranya.
Vice President Director Aviva Indonesia Albert Wanandi mengaku, perseroan melihat pasar yang cukup besar untuk produknya tersebut. ”Dari data asosiasi agen perjalanan Indonesia terlihat jumlah penduduk Indonesia yang bepergian ke luar negeri meningkat secara stabil sebesar 20 persen hingga mencapai 7 juta orang tahun lalu,” ujar dia di Jakarta, Senin 16 Juli 2012.
Dia menjelaskan, dengan premi mulai dari USD1.360 per tahun, nasabah memiliki kesempatan untuk mendapatkan layanan perawatan medis, pertanggungan penyakit kronis, pengobatan alternatif, manfaat persalinan, layanan dokter, rumah sakit,serta perawatan premium lain.
Menurut Albert, produk tersebut terbagi atas tiga plan dengan manfaat berbeda dan dapat dipilih sesuai kebutuhan nasabah yaitu Classic dengan batas pertanggungan hingga USD1 juta atau ekuivalen dengan Rp8,5 miliar; Supreme dengan manfaat rawat inap,rawat jalan dan persalinan dengan batas pertanggungan USD1,6 juta atau setara dengan Rp13,6 miliar; dan Elite untuk manfaat premium rawat inap, rawat jalan dan persalinan dengan batas pertanggungan sebesar USD2 juta atau setara dengan Rp17 miliar.
“Memang dari premi terlihat cukup mahal,tapi banyak benefityang bisa didapatkan,” ujar dia.
Sementara, Head of Consumer Banking DBS Indonesia Steffano Ridwan mengatakan, kerja sama dengan Aviva merupakanyangkedua. Tahun2011lalu DBS Indonesia telah memasarkan produk unitlink Aviva yaitu Aviva Premier.
Dia mengatakan, dari dua produk yang dipasarkan tersebut, perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp100 miliar.”Fee based incomenya cukup signifikan dalam membantu pertumbuhan fee based incomekita,” kata dia.
Albert menambahkan, perseroan telah bekerja sama dengan 15 bank lain dalam memasarkan berbagai produk yang dimilikinya. Namun untuk produk Global Health, Aviva baru bekerja sama dengan DBS.
Tahun ini perseroan menargetkan dapat tumbuh 25 persen dari tahun lalu yang tercatat meraup pendapatan premi sebesar Rp811 miliar.
(gpr)
Lihat Juga :