Pasokan energi untuk Ramadan & Lebaran aman
Selasa, 17 Juli 2012 - 14:39 WIB
Pasokan energi untuk Ramadan & Lebaran aman
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah sudah menyiapkan secara strategis terkait kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik pada bulan Ramadan dan Lebaran. Seperti yang diketahui, listrik walaupun hanya terjadi perubahan waktu penggunaan, namun tetap mesti diperhatikan.
Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini mengatakan PT PLN (persero) sudah memetakan kebutuhan listrik pada setiap titik di Indonesia serta hal-hal lain yang diperlukan.
"Kita memetakan listrik-listrik mana yang melebihi kuota, yang memang siap apabila terjadi peak, pada prinsipnya sekarang hampir semua kondisi listrik, di sini misalnya, listrik, hampir semua aman antara peak Idul Fitri dengan yang kita miliki. Begitu juga posko sudah kita siapkan, no teleponnya di mana," ujar Rudi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/6/2012).
Listrik disiapkan sampai dengan 28 ribu megawatt yang dimana sudah melebihi prediksi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran yang hanya 23.478 MW.
Sedangkan untuk BBM, menurutnya baik Pertamina maupun BPH Migas juga sudah menyiapkan pasokan. Rudi mengatakan, BBM nasional seperti premium memiliki stok 17 hari pada saat lebaran Idul Fitri. Kemudian minyak tanah 76 hari, solar 17 hari dan avtur 20 hari.
"Jadi artinya aman. Padahal biasanya istirahat di transportasi itu cuma di hari pertama dan kedua, jadi artinya BBM aman. LPG juga aman, stoknya sampai 14.768 meter kubik ton dan itu 17 hari sendiri, jadi itu artinya LPG aman," jelasnya.
Selain itu, Rudi juga memastikan kondisi geologi yang dinilai aman. Pasalnya, dari pemetaan yang sudah dilakukan, dibantu dengan musim kering dapat meminimalisir bencana seperti longsor dan banjir.
Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini mengatakan PT PLN (persero) sudah memetakan kebutuhan listrik pada setiap titik di Indonesia serta hal-hal lain yang diperlukan.
"Kita memetakan listrik-listrik mana yang melebihi kuota, yang memang siap apabila terjadi peak, pada prinsipnya sekarang hampir semua kondisi listrik, di sini misalnya, listrik, hampir semua aman antara peak Idul Fitri dengan yang kita miliki. Begitu juga posko sudah kita siapkan, no teleponnya di mana," ujar Rudi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/6/2012).
Listrik disiapkan sampai dengan 28 ribu megawatt yang dimana sudah melebihi prediksi kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran yang hanya 23.478 MW.
Sedangkan untuk BBM, menurutnya baik Pertamina maupun BPH Migas juga sudah menyiapkan pasokan. Rudi mengatakan, BBM nasional seperti premium memiliki stok 17 hari pada saat lebaran Idul Fitri. Kemudian minyak tanah 76 hari, solar 17 hari dan avtur 20 hari.
"Jadi artinya aman. Padahal biasanya istirahat di transportasi itu cuma di hari pertama dan kedua, jadi artinya BBM aman. LPG juga aman, stoknya sampai 14.768 meter kubik ton dan itu 17 hari sendiri, jadi itu artinya LPG aman," jelasnya.
Selain itu, Rudi juga memastikan kondisi geologi yang dinilai aman. Pasalnya, dari pemetaan yang sudah dilakukan, dibantu dengan musim kering dapat meminimalisir bencana seperti longsor dan banjir.
(gpr)
Lihat Juga :