Pendapatan PBB Surabaya baru 40%

Kamis, 19 Juli 2012 - 13:59 WIB
Pendapatan PBB Surabaya...
Pendapatan PBB Surabaya baru 40%
A A A
Sindonews.com - Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan Pemkot Surabaya dari sektor pajak tahun ini diprediksi menurun. Buktinya, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) masih terpenuhi 40 persen. Padahal saat ini sudah memasuki paruh tahun 2012.

Pendapatan di sektor PBB masih di bawah pajak lain seperti restoran (67,2 persen), hotel (58,3 persen), dan hiburan (57,9 persen). Bahkan, realisasi PBB sedikit di bawah pajak reklame (48,3 persen).

Kabid Pendapatan Pajak Daerah Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kota Surabaya, Djoestamadji menuturkan, memang pendapatan di sektor PBB beum terpenuhi dengan baik. Ada sejumlah alasan menjadi penyebab PBB belum tinggi serapannya.

Salah satunya adalah soal jatuh tempo. Warga tentu berupaya membayar pajak sebelum jatuh tempo. “Biasanya banyak yang memilih membayar saat mendekati jatuh tempo,” ujar Djoestamadji di kantornya, Kamis (19/7/2012).

Ia melanjutkan, dari 700 ribu wajib pajak, baru 150 ribu yang sudah jatuh tempo pada 25 Mei dan 25 Juni. Sisanya, jatuh tempo pada 25 Juli, 25 Agustus, dan 25 September. Makanya ia memprediksi realisasi melonjak setelah Agustus nanti.

Dari PBB, katanya, pemkot tidak mau berharap terlalu banyak. Artinya, diperkirakan realisasi pajak ini tidak akan terlampau besar pada tutup tahun. Diprediksi hanya berkisar di angka 75 persen. Sebab, masih banyak tunggakan pajak dari tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Kepala DPPK Suhartoyo juga membenarkan kalau PBB tak berjalan lancar. Pihaknya perlu energi tambahan untuk melakukan penagihan tunggakan. Verifikasi menyeluruh untuk pengecekan objek dan wajib pajak adalah bagian yang fundamental. PBB memang baru ditangani oleh pemkot tahun lalu.

Makanya, penyusunan soal data objek dan wajib pajak masih dilakukan hingga sekarang. Sebab, ada objek pajak yang saat didatangi ke lapangan, ternyata pemiliknya belum jelas.

“Ketika kami datang ke sebidang lahan sawah, misalnya, pengelola bilang pemiliknya adalah pengembang. Saat kita cek ke pengembang, yang bersangkutan bilang secara administrasi sawah belum dipindahtangankan. Jadi perlu banyak energi untuk menelusuri lebih jauh,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Serapan APBD...
Realisasi Serapan APBD Asahan Baru Capai 36,8 Persen
APBD Kabupaten Bekasi...
APBD Kabupaten Bekasi 2022 Fokus Pemulihan Ekonomi
Sekjen Kemendagri Dorong...
Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Optimalkan Realisasi APBD
Tak Ditampung di APBD...
Tak Ditampung di APBD TA 2022, Janji Dana Korporasi Rp350 Miliar Bupati Simalungun Kandas
Realisasi Target Pendapatan...
Realisasi Target Pendapatan APBD Kendal 2019 Capai 95%
Rapat Koordinasi, Mendagri...
Rapat Koordinasi, Mendagri Tekankan Realisasi APBD
Berita Terkini
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
9 menit yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Hadirkan PF-Lestari, Sistem Pemantauan Kehati Berbasis AI
39 menit yang lalu
Bayar Pajak Kendaraan...
Bayar Pajak Kendaraan Bisa di PRJ 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
46 menit yang lalu
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
1 jam yang lalu
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
2 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved